Banjarnegara – Pelaksanaan ujian praktik hari ketiga di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) berlangsung penuh semangat dan percaya diri. Pada kesempatan ini, para siswa membuktikan kemampuan mereka dalam mempraktikkan bahasa Arab dan bahasa Jawa sebagai bagian dari kompetensi yang telah dipelajari selama ini.(6/4)
Sejak pagi, suasana madrasah dipenuhi antusiasme. Siswa tampil bergiliran, mempraktikkan percakapan sederhana dalam bahasa Arab dengan pelafalan yang semakin baik, serta menunjukkan kecakapan berbahasa Jawa dengan unggah-ungguh yang santun. Tidak hanya sekadar menghafal, mereka juga berusaha memahami makna dan konteks penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu guru penguji menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan siswa. “Kami melihat peningkatan yang luar biasa. Anak-anak tidak hanya berani tampil, tetapi juga mulai menikmati proses berbahasa. Ini adalah hasil dari latihan dan pembiasaan yang konsisten,” ujarnya.
Kepala Madrasah MIFABARA turut memberikan motivasi kepada para siswa. “Bahasa adalah jendela dunia sekaligus cermin budaya. Ketika kalian mampu menguasai bahasa, kalian sedang membuka lebih banyak pintu kesempatan di masa depan,” tuturnya penuh semangat.
Melalui ujian praktik ini, siswa dilatih untuk percaya diri, berani berbicara, dan menghargai kekayaan bahasa, baik bahasa internasional seperti bahasa Arab maupun bahasa daerah seperti bahasa Jawa. Keduanya menjadi bagian penting dalam membentuk karakter yang berwawasan luas namun tetap berakar pada budaya.
Salah satu siswa mengaku merasa bangga bisa tampil. “Awalnya grogi, tapi setelah mencoba jadi lebih percaya diri. Saya ingin terus belajar supaya bisa lebih lancar,” ungkapnya.
Di balik setiap kata yang diucapkan, tersimpan proses panjang pembelajaran. Kesalahan yang sempat terjadi bukanlah kegagalan, melainkan bagian dari perjalanan menuju kemampuan yang lebih baik. Karena sejatinya, keberanian untuk mencoba adalah langkah pertama menuju keberhasilan.
Di MIFABARA, ujian bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang membuktikan diri. Bahwa setiap anak mampu berkembang, setiap usaha memiliki arti, dan setiap langkah kecil hari ini akan menjadi pijakan besar di masa depan. Dengan semangat belajar yang terus dijaga, mereka sedang menulis cerita tentang masa depan yang penuh harapan dan keberhasilan. (nas)







