Syukur Jadi Kunci Makmur, Penyuluh KUA Rakit Ajak KPM Adipasir Jaga Nikmat Allah

Banjarnegara (Humas) – Hidup berkecukupan bukan hanya soal besarnya bantuan, tapi soal bagaimana hati bersyukur. Karena dengan syukur, nikmat akan ditambah. Dengan kufur, nikmat bisa dicabut.

Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Sodikin bersinergi dengan Pendamping PKH, Wahyu Haryadi saat melaksanakan Penyuluhan kepada KPM PKH Kelompok 4C Desa Adipasir RT 06 RW 04 di rumah Ratmini, Selasa (8/9/2026). Kegiatan dipimpin Ketua Kelompok Adiati dan diikuti 22 warga penerima manfaat.

Mengusung tema “Syukur Jadi Makmur, Kufur Bikin Hancur”, penyuluhan ini mengajak para KPM untuk melihat bantuan pemerintah sebagai wasilah dan ujian keimanan.

Dalam materinya, Sodikin mengutip QS. Ibrahim ayat 7. “La in syakartum la azidanakum. Jika kamu bersyukur pasti Kami tambah nikmatmu. Syukur itu ada 3: dengan hati meyakini semua dari Allah, dengan lisan mengucap alhamdulillah, dengan perbuatan digunakan untuk taat,” jelasnya.

“Sebaliknya kufur nikmat itu menggerutu, membanding-bandingkan, dan menggunakan bantuan tidak sesuai tujuan. Hati jadi sempit, rezeki serasa kurang terus,” tambahnya.

Pendamping PKH Wahyu Haryadi juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan untuk kesehatan, pendidikan anak, dan usaha kecil. “PKH ini jembatan. Tugas kita ikhtiar dan syukur. Anak sekolah, ibu hamil cek kesehatan, rumah ditata bersih. Itu wujud syukur nyata,” ujarnya.

Ketua Kelompok Adiati menyampaikan terima kasih. “Materi ini nyambung dengan kehidupan kami sehari-hari. Setelah ini kami sepakat lebih banyak bersyukur, tidak banyak mengeluh, dan saling bantu sesama anggota,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar para KPM diberi kesehatan, kelapangan rezeki, dan keberkahan keluarga. Semoga Desa Adipasir menjadi desa yang makmur karena warganya pandai bersyukur.

(SN/azd)