Banjarnegara – Tidak banyak bicara, tenang dalam keseharian, tetapi memiliki ketajaman berpikir yang luar biasa. Begitulah sosok Mohammad Hafizh Ramadhan, peserta didik MIFABARA yang akrab disapa Hafizh. Di balik karakternya yang pendiam, Hafizh berhasil menunjukkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 cabang olahraga catur dalam PORSENI Madrasah Ibtidaiyah tingkat Kecamatan Banjarnegara.(18/9)
Bertempat di MIM Semampir, Hafizh berhadapan dengan peserta dari berbagai madrasah dalam pertandingan yang menuntut konsentrasi, ketelitian, strategi, dan kesabaran. Tidak ada suara riuh seperti dalam pertandingan olahraga beregu. Di hadapan papan catur, Hafizh justru menunjukkan kekuatannya melalui ketenangan.
Satu per satu bidak digerakkan dengan penuh perhitungan. Setiap langkah membutuhkan strategi, sementara satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya pertandingan. Dalam situasi tersebut, karakter Hafizh yang tenang menjadi kekuatan tersendiri.
Diam bukan berarti tidak berpikir. Tenang bukan berarti tanpa strategi. Hafizh membuktikannya melalui setiap langkah di atas papan catur hingga akhirnya berhasil keluar sebagai Juara 1 PORSENI Kecamatan Banjarnegara.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki cara masing-masing untuk menunjukkan potensinya. Ada yang tampil penuh percaya diri di hadapan banyak orang, ada pula yang lebih nyaman berbicara melalui karya dan prestasi. Hafizh memilih menunjukkan kemampuannya melalui ketekunan, konsentrasi, dan kecerdasan.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas prestasi yang diraih Hafizh.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga. Hafizh adalah anak yang pendiam dan cerdas. Prestasi ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Tugas kita adalah memberikan ruang dan kesempatan agar potensi tersebut dapat berkembang,” ungkapnya.
Kemenangan Hafizh juga menjadi pesan penting bagi seluruh peserta didik MIFABARA bahwa prestasi tidak selalu lahir dari mereka yang paling banyak bicara atau paling terlihat. Terkadang, prestasi tumbuh dari pribadi yang diam-diam tekun, sabar, fokus, dan terus belajar.
Bagi Hafizh, papan catur bukan sekadar permainan. Di sana ia belajar bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi, setiap keputusan membutuhkan pertimbangan, dan untuk mencapai kemenangan diperlukan kesabaran. Dari papan catur, Hafizh mengajarkan bahwa kecerdasan tidak selalu harus banyak bicara terkadang, ia cukup dibuktikan melalui satu langkah yang tepat.(nas)







