Banjarnegara (Humas) – Menjelang hari bahagia, pasangan calon pengantin asal Desa Sinduaji mendapatkan bekal penting melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan yang diselenggarakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Pandanarum. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Bambang Utomo selaku Penghulu KUA Pandanarum dengan suasana yang hangat, komunikatif, dan penuh interaksi. (8/6/2026)
Dalam bimbingan tersebut, Bambang menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar prosesi akad dan pesta, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam membangun keluarga. Oleh karena itu, calon pengantin perlu memiliki pemahaman yang cukup mengenai kehidupan rumah tangga agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul setelah menikah.
Berbagai materi disampaikan sebagai bekal bagi calon pengantin, mulai dari tujuan pernikahan dalam Islam, hak dan kewajiban suami istri, pentingnya komunikasi yang baik, pengelolaan ekonomi keluarga, hingga cara menyelesaikan konflik secara bijaksana. Bambang juga mengajak calon pengantin berdiskusi mengenai harapan dan rencana mereka setelah menikah sehingga materi yang diberikan terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata.
Tidak hanya memberikan penjelasan secara teoritis, Bambang juga aktif menggali pemahaman calon pengantin melalui tanya jawab dan studi kasus sederhana yang sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga. Metode tersebut membuat suasana bimbingan menjadi lebih hidup dan membantu calon pengantin memahami materi dengan lebih mudah.
Salah satu momen menarik dalam kegiatan tersebut adalah ketika Bambang membimbing calon mempelai pria menghafalkan sekaligus melafalkan lafadz qabul. Dengan penuh kesabaran, ia memberikan contoh pelafalan yang benar, memperbaiki pengucapan yang kurang tepat, serta melatih calon pengantin agar lebih percaya diri saat akad nikah nanti.
“Banyak calon pengantin yang merasa gugup ketika membayangkan prosesi akad nikah. Karena itu, latihan lafadz qabul menjadi bagian penting agar mereka lebih siap dan tenang saat hari pelaksanaan,” jelas Bambang.
Calon pengantin mengaku sangat terbantu dengan adanya bimbingan tersebut. Selain mendapatkan wawasan baru tentang kehidupan rumah tangga, mereka juga merasa lebih siap menghadapi prosesi akad nikah yang akan segera dilaksanakan.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen KUA Pandanarum dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada administrasi pernikahan, tetapi juga pada pembinaan dan penguatan kesiapan calon pengantin. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan komunikasi, serta kesiapan mental yang baik, diharapkan pasangan yang akan menikah mampu membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan penuh keberkahan.
(ev/azd)







