Banjarnegara (Humas) – Sinar matahari sore yang mulai meredup tidak menyurutkan semangat para jamaah di Dusun Sawangan, Desa Pagentan, untuk melangkah menuju Majelis Taklim Miftahul Jannah. Pada Kamis (23/4/2026), tepat pukul 14.00 WIB, suasana majelis berubah menjadi begitu hidup dalam kegiatan bimbingan penyuluhan yang mengusung tema inspiratif: “Menanam Benih Kebaikan, Menuai Kesalihan Sosial di Tengah Masyarakat.”
Pertemuan yang dilaksanakan pada waktu ba’da zuhur ini menghadirkan Alfiana Nurhidayah, seorang Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pagentan yang aktif mendampingi berbagai kegiatan keagamaan di wilayah Pagentan. Kehadiran beliau disambut langsung oleh Ketua Majelis Taklim Miftahul Jannah, Isnaini Salamah. Sinergi antara penyuluh dan pimpinan majelis yang memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat ini menciptakan diskusi yang sangat bernas namun tetap membumi bagi seluruh jamaah yang hadir.
Dalam paparan materinya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa waktu sore hari merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi diri setelah seharian beraktivitas. Beliau mengajak para jamaah untuk memahami bahwa majelis taklim bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan sebuah laboratorium sosial untuk membentuk karakter muslimah yang peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Majelis ilmu adalah taman-taman surga di dunia yang harus kita rawat bersama. Di sini kita belajar bahwa kesalihan sejati tidak hanya nampak dari rajinnya kita beribadah secara individu, tetapi juga dari seberapa besar manfaat keberadaan kita bagi tetangga dan masyarakat di Dusun Sawangan ini,” terang Alfiana Nurhidayah di hadapan para jamaah.
Isnaini Salamah, selaku ketua majelis, mengapresiasi kehadiran para jamaah yang tetap antusias mengikuti pengajian meski di sela-sela kesibukan rumah tangga pada siang menjelang sore hari. Beliau berharap melalui bimbingan ini, Majelis Taklim Miftahul Jannah dapat terus menjadi pilar penguat kerukunan warga di Desa Pagentan.
“Kami sengaja memilih waktu pukul 14.00 agar para ibu bisa menyelesaikan urusan domestik terlebih dahulu, sehingga saat berada di sini, pikiran bisa fokus menyerap ilmu. Harapan kami, bimbingan dari Ibu Penyuluh ini bisa memperluas wawasan keagamaan kita, terutama dalam mewujudkan harmoni dan kepedulian sosial di lingkungan kita sendiri,” ungkap Isnaini Salamah.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini berlangsung khidmat hingga menjelang waktu asar. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar ilmu yang didapatkan mampu menjadi pelita dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang lebih baik dan penuh keberkahan.
(an/azd)







