Menjemput Berkah di Metawana: Sinergi Spiritual Majelis Taklim An-Nur dalam Memperkokoh Karakter Umat

Banjarnegara (Humas) – Menjadi momentum istimewa bagi para jamaah Majelis Taklim An-Nur Metawana. Di bawah atap majelis yang penuh berkah tersebut, berlangsung kegiatan bimbingan penyuluhan yang mengusung tema inovatif: “Manifestasi Syukur dan Sabar sebagai Kunci Kebahagiaan Dunia Akhirat.” Agenda ini menghadirkan Alfiana Nurhidayah, seorang Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pagentan yang dikenal aktif dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat di wilayah Kabupaten Banjarnegara. (23/4/2026)

Kegiatan ini tidak hanya sekadar menjadi ajang kumpul rutin, namun bertransformasi menjadi ruang dialog interaktif yang mencerahkan. Hadir mendampingi di barisan depan, Tati Susmiyatun selaku Ketua Pimpinan Majelis Taklim An-Nur, yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program peningkatan literasi keagamaan bagi kaum perempuan di desa tersebut.

Dalam tausiyahnya, Alfiana Nurhidayah membedah konsep kebahagiaan yang sering kali disalahpahami oleh masyarakat modern. Ia menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada melimpahnya materi, melainkan pada ketenangan hati yang bersumber dari kedekatan kepada Sang Pencipta. Penjelasan yang lugas dan kontekstual membuat para jamaah yang hadir menyimak dengan saksama setiap poin yang disampaikan.

“Ibadah yang kita lakukan di Majelis Taklim ini harus membekas dalam akhlak kita sehari-hari. Syukur membuat apa yang kita miliki menjadi cukup, sementara sabar membuat persoalan yang berat terasa lebih ringan. Inilah dua sayap yang harus dimiliki setiap mukmin untuk terbang menuju rida-Nya,” tutur Alfiana Nurhidayah di hadapan puluhan jamaah.

Antusiasme jamaah terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang muncul, mulai dari cara mendidik anak secara islami hingga cara mengelola manajemen emosi dalam rumah tangga. Suasana Metawana yang sejuk menambah kekhidmatan acara yang berlangsung hingga menjelang waktu zuhur tersebut.

Tati Susmiyatun dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran penyuluh agama di tengah-tengah majelis taklim sangat membantu warga dalam mendapatkan rujukan ilmu yang valid. Beliau berharap kolaborasi antara penyuluh dan pengurus majelis dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

“Kami merasa sangat beruntung mendapatkan bimbingan yang sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang. Melalui tema syukur dan sabar ini, kami diingatkan kembali untuk tidak mudah mengeluh dan selalu melihat sisi positif dalam setiap ketetapan Allah. Semoga Majelis Taklim An-Nur bisa terus menjadi lentera bagi warga Metawana,” ujar Tati Susmiyatun.

Acara bimbingan penyuluhan ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulan bagi majelis-majelis taklim lainnya di wilayah Pagentan untuk terus konsisten dalam menyebarkan syiar Islam yang menyejukkan dan memberikan solusi nyata bagi problematika umat di tingkat akar rumput.

(an/azd)

Skip to content