Tanamkan Akhlak Sejak Dini: Kelas Balita Mandiraja Padukan Ilmu Agama dan Kesehatan

Banjarnegara (Humas) – Menyusul suksesnya kegiatan kepenyuluhan kelas ibu hamil, Kantor Urusan Agama (KUA) Mandiraja kembali menggelar kegiatan bimbingan kepenyuluhan, kali ini untuk para orang tua peserta kelas balita, bekerja sama dengan Puskesmas 1 Mandiraja dan tim Kelompok Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para orang tua mengenai pentingnya pendidikan agama sejak usia dini.

Dengan mengambil tema “Menanamkan Nilai-nilai Agama Sejak Dini: Fondasi Akhlak Anak”, penyuluhan ini diikuti oleh para ibu dan pengasuh anak balita dari wilayah Mandiraja. Para Penyuluh Agama Islam dari KUA Mandiraja menyampaikan materi seputar peran orang tua dalam membentuk karakter anak melalui keteladanan, doa-doa harian, serta membiasakan anak mengenal Allah dan Rasul sejak kecil.

Salah satu pemateri dari UNSIQ Wonosobo juga menekankan pentingnya pendekatan yang lembut namun konsisten dalam menanamkan nilai-nilai agama di rumah. “Anak-anak seperti kertas putih. Peran orang tua sangat besar dalam menentukan arah coretan itu. Pendidikan agama adalah fondasi utama pembentukan karakter mereka,” ujar salah satu mahasiswa KPM UNSIQ.

Dari sisi kesehatan, petugas dari Puskesmas 1 Mandiraja  dokter Litia Aulia, Sri Wahyuni (nutrisionis), bidan Winda, dan bidan Richa turut memberikan edukasi tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang anak secara menyeluruh, termasuk aspek spiritual dan emosional.

Kepala KUA Mandiraja, H. Irfan Sulastono, dalam sambutannya menyatakan,

“pendidikan agama tidak harus menunggu anak besar. Justru sejak balita, anak-anak sudah bisa dibiasakan mendengar ayat Al-Qur’an, doa-doa pendek, dan melihat orang tuanya salat. Ini akan membentuk memori spiritual yang kuat sejak dini.”

Menurut Litia Aulia, kegiatan seperti ini sangat penting karena pendidikan agama dan kesehatan tumbuh kembang saling melengkapi.

“Anak yang sehat fisiknya namun kosong nilai moralnya bisa tumbuh tanpa arah. Maka, upaya ini sangat tepat sebagai paduan antara bimbingan rohani dan medis sejak anak usia dini,” katanya.

Salah satu peserta, Ibu Ratna (30), mengaku mendapatkan banyak wawasan baru.

“Selama ini saya fokus pada makan dan tidur anak, tapi ternyata pendidikan agama juga penting dimulai sejak sekarang. Saya jadi lebih semangat membacakan doa-doa untuk anak sebelum tidur,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan pembagian booklet doa harian anak dan leaflet tentang stimulasi perkembangan balita. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi Mandiraja yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. (H/M,azd)

Skip to content