Banjarnegara – Suasana pelepasan peserta Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banjarnegara semakin semarak ketika MIFABARA tampil sebagai peserta nomor urut 13. Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara, MIFABARA mempersembahkan Tarian Adiwiyata sebagai pembuka penampilan sebelum seluruh barisan bergerak mengikuti rute karnaval.(22/8)
Tarian tersebut menjadi salah satu sajian istimewa yang menggambarkan semangat MIFABARA dalam mewujudkan madrasah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Gerakan para penari dikemas secara simbolis untuk menceritakan berbagai kegiatan Adiwiyata yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga madrasah.
Dengan penuh semangat, para siswa menampilkan gerakan yang menggambarkan aktivitas menjaga kebersihan, memilah dan mengelola sampah, merawat tanaman, menjaga lingkungan, serta membangun budaya hidup bersih dan sehat. Setiap gerakan menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus tumbuh dari kesadaran dan kebiasaan sederhana.
Penampilan Tarian Adiwiyata juga menjadi bentuk kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan lingkungan melalui seni. Musik, gerakan, kostum, dan ekspresi para penari berpadu menjadi pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa tarian tersebut sengaja dihadirkan untuk memperkenalkan budaya peduli lingkungan yang diterapkan di madrasah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Adiwiyata bukan hanya sebuah predikat, tetapi menjadi budaya yang kami bangun bersama. Melalui tarian ini, anak-anak menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan penuh kegembiraan dan dimulai dari diri sendiri,” ungkapnya.
Tampil di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar tampil percaya diri di ruang publik, tetapi juga belajar membawa nama madrasah sekaligus menyampaikan pesan positif kepada masyarakat luas.
Setelah persembahan tarian selesai, barisan MIFABARA kemudian melanjutkan perjalanan sebagai peserta nomor urut 13. Semangat para siswa, guru, dan seluruh pendamping semakin menguat ketika masyarakat memberikan sambutan sepanjang jalur karnaval.
Melalui Tarian Adiwiyata, MIFABARA ingin menegaskan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat bukan sekadar cita-cita, tetapi sebuah budaya yang harus dirawat bersama**. Dari gerakan kecil anak-anak di madrasah, tumbuh harapan besar untuk menciptakan generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan mencintai bumi.
MIFABARA menari untuk lingkungan, berkarya untuk negeri, dan melangkah bersama menuju generasi hebat dan sehat.(nas)







