Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, kembali melaksanakan tugas edukasi keagamaan melalui kegiatan penyuluhan rutin yang digelar pada Senin (17/11/2025), di Majelis Taklim (MT) Anisaul Jannah, Desa Panggisari. Pada kesempatan tersebut, Dian Setiadi mengangkat tema “Fadilah Salat Awal Waktu”, sebuah materi yang bertujuan menguatkan semangat jamaah agar semakin disiplin dalam menjalankan ibadah wajib sebagai fondasi ketakwaan.
Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh para ibu anggota majelis taklim dengan penuh antusias. Dalam pemaparannya, Dian menekankan bahwa salat awal waktu bukan hanya tentang tepat waktu, tetapi juga tentang kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah.
“Salat yang dikerjakan di awal waktu itu ibarat tamu yang datang tepat saat tuan rumah menunggu. Allah sangat mencintai hamba yang menjaga waktu salatnya, karena itulah ciri dari orang-orang yang beruntung,” ujar Dian dalam penyampaiannya.
Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan menjaga salat di awal waktu berdampak langsung pada ketenangan hati, kedisiplinan hidup, dan kemantapan iman. Jamaah diberi contoh konkret bagaimana mengatur kegiatan rumah tangga agar tidak mengabaikan kewajiban utama yaitu salat lima waktu.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala KUA Mandiraja, Musobihin. Ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah aktif para penyuluh yang terus turun ke lapangan menyapa masyarakat dan memberikan nilai-nilai pembinaan spiritual.
“Kami sangat mendukung upaya penyuluh dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat. Edukasi tentang pentingnya salat awal waktu ini sangat relevan, karena ibadah merupakan pondasi utama yang harus dibangun dalam kehidupan beragama,” ungkapnya.
Musobihin juga berharap agar kegiatan penyuluhan di majelis taklim dapat terus berkesinambungan, sehingga masyarakat memiliki ruang belajar agama yang terstruktur, menyenangkan, dan bermanfaat.
Dengan hadirnya penyuluhan seperti ini, MT Anisaul Jannah diharapkan menjadi pusat penguatan akhlak dan ibadah bagi warga Panggisari. Semangat jamaah yang tinggi, ditambah dukungan kelembagaan dari KUA Mandiraja, menjadi modal penting untuk membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan semakin mencintai ibadah.
(F/M, azd)







