Temukan Solusi pada Kotak Batik Imbuhan, Guru MIMAU Joyokusumo Terapkan Metode PBL

Banjarnegara – Salah satu guru MIMAU Joyokusumo sekaligus walikelas 5A Farida Fitriana menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) sebagai metode ajar yang diterapkan. PBL merupakan model pmebelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menyajikan masalah di mana siswa aktif mencari solusi. (2/10).

Bertempat di kelas 5A dengan peserta siswa kelas 5A. Sementara itu, kegiatan ini dinamakan Kotak Batik Imbuhan pada pelajaran Bahasa Indonesia materi kata imbuhan. Walikelas 5A, Farida Fitriana menyampaikan kegiatan ini sebagai sarana belajar dan bermain siswa. “Agar anak menerapkan materi pelajaran imbuhan (me) di pelajaran bahasa indonesia secara mandiri, dan juga bisa belajar sambil bermain”, ujarnya terkait tujuan kegiatan.

Lanjut, Kotak Batik Imbuhan memerlukan media lembar kerja peserta didik (LKPD) dan papper imbuhan. Diawali penjelasan materi oleh guru, lalu terdapat 3 tempat didepan papan tulis dengan tulisan kata imbuhan, siswa berlari masing-masing 3 siswa mengambil papper imbuhan yang ada di kotak batik, kemudian menempelkan soal ke dalam LKPD untuk dibuat menggunakan imbuhan (me) dan membuat kalimat sederhana, setelah itu siapa yang cepat dan benar akan mendapat star word dari walikelas.

Yafi’ Ismail, siswa kelas 5A memeberikan apresiasi dengan metode yang diajarkan karena mudah dipahami dan menyenangkan. “Kami menjadi lebih mudah memahami materi sehingga menambah pengetahuan kami serta menyenangkan”, ujarnya.

Ditutup dengan pemberian star word yang diberikan kepada siswa tercepat menyelesaikan soal serta tepat dalam pengerjaan materi yang diajarkan. (RF).

Skip to content