“TERNAK PAUD IWAN”: Inovasi Penyuluhan Parenting di TK PGRI Pandanarum, Edukasi Wali Murid Menjadi Orang Tua Idaman

Banjarnegara (Humas) – Mengusung semangat sinergi antara keluarga dan pendidikan anak usia dini, dua Penyuluh Agama Islam Pandanarum yaitu Turno dan Yulis mengadakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan parenting dengan tema “Menjadi Orang Tua Idaman” di TK PGRI Pandanarum pada Selasa pagi (14/10).

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh seluruh wali murid dengan penuh antusias. Penyuluhan ini tidak hanya memberikan bekal pengetahuan seputar pola asuh yang islami dan mendidik, tetapi juga mengajak orang tua untuk memahami peran vital mereka sebagai pendidik pertama dan utama dalam kehidupan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Turno menekankan bahwa menjadi orang tua bukan hanya soal memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga bagaimana menanamkan nilai, membentuk karakter, dan memberikan teladan bagi anak. Yulis menambahkan pentingnya komunikasi emosional yang sehat dalam keluarga, serta konsistensi orang tua dalam menerapkan nilai-nilai positif di rumah.

Acara semakin istimewa dengan kehadiran Pengawas TK Kecamatan Pandanarum yaitu Joko Susilo dan Kepala TK PGRI Pandanarum yaitu Wiwi Kurnia. Keduanya menyambut hangat kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dari para penyuluh.

Menariknya, Joko Susilo memberikan nama khusus untuk kegiatan ini, yaitu TERNAK PAUD IWAN, sebuah akronim kreatif dari “Anter Anak PAUD, Dapat Ilmu dan Wawasan.” Nama ini mencerminkan bahwa keberadaan orang tua di lingkungan sekolah bukan hanya sebatas mengantar anak, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam proses pendidikan dengan memperkaya diri melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan membangun.

“Kegiatan seperti ini harus menjadi budaya baru di lingkungan pendidikan PAUD. Bukan hanya anak yang belajar, orang tua pun mendapat ilmu yang sangat bermanfaat. Ini luar biasa,” ujar Joko Susilo dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala TK Wiwi Kurnia mengaku sangat terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kolaborasi antara sekolah, penyuluh agama, dan orang tua.

“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memang sejalan dengan visi kami dalam mendidik anak secara holistik, dengan melibatkan keluarga secara aktif dalam setiap proses pendidikan,” ujarnya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para wali murid menyampaikan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman seputar tantangan dalam mendidik anak di rumah. Suasana akrab dan penuh semangat menjadikan penyuluhan ini bukan hanya sebagai forum belajar, tetapi juga wadah untuk saling menguatkan antarsesama orang tua.

Dengan adanya program semacam ini, diharapkan para wali murid dapat semakin memahami perannya dalam mendampingi anak, serta menjadi sosok teladan yang mampu menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. 

(ev/azd)

Skip to content