Banjarnegara (Humas) – Semangat penelitian terus dikobarkan oleh para siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara. Tiga tim riset dari kelas unggulan riset madrasah tersebut kembali menunjukkan dedikasi mereka dalam kegiatan penelitian lanjutan yang dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarnegara pada Jumat (3/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan eksperimen dan uji coba untuk penyempurnaan karya riset yang akan diikutsertakan dalam berbagai ajang ilmiah.
Ketiga tim tersebut adalah Tim Zahra–Masya yang melakukan uji coba alat untuk mengidentifikasi mikroplastik, Tim Abyan–Abiyyu dengan penelitian tentang sintesis biodiesel, serta Tim Yumna–Alifia yang mengkaji uji fitokimia meliputi identifikasi senyawa saponin, antroquinon, dan uji minyak atsiri.
Selama kegiatan, para siswa terlihat antusias melakukan berbagai tahapan eksperimen dengan panduan dari pembimbing riset dan teknisi laboratorium. Mereka mengenakan jas laboratorium dan alat pelindung diri lengkap sebagai bentuk penerapan keselamatan kerja di laboratorium.
Pembimbing riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Tri Widayati, menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan keseriusan para peserta didiknya. Menurutnya, kegiatan di Labkesmas merupakan kesempatan berharga bagi siswa untuk mengaplikasikan teori yang selama ini mereka pelajari di kelas.
“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak hanya belajar teori riset di madrasah, tetapi juga berani turun langsung melakukan uji coba di laboratorium profesional. Ini adalah langkah penting dalam membentuk peneliti muda yang kritis, tekun, dan beretika,” ungkap Tri Widayati.
Ia menambahkan, ketiga penelitian tersebut merupakan hasil eksplorasi ide yang relevan dengan isu lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Mikroplastik, biodiesel, dan fitokimia adalah topik yang aktual dan bermanfaat. Saya berharap penelitian ini tidak berhenti sampai tahap uji, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.
Sementara itu, salah satu anggota Zahra, menyampaikan bahwa penelitian mereka bertujuan untuk menciptakan alat sederhana yang dapat membantu mengidentifikasi mikroplastik dalam air.
“Kami ingin menciptakan alat yang efisien dan bisa digunakan di sekolah-sekolah. Harapannya, masyarakat lebih sadar tentang bahaya mikroplastik bagi lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.
Dari Tim Abyan–Abiyyu, Abyan mengaku tertarik melakukan riset sintesis biodiesel karena ingin mencari solusi energi alternatif yang ramah lingkungan.
“Prosesnya memang rumit, tapi sangat menarik. Kami belajar bagaimana minyak jelantah bisa diubah menjadi energi yang bermanfaat,” katanya.
Adapun Tim Yumna–Alifia meneliti kandungan senyawa aktif dari tumbuhan untuk mengetahui potensi fitokimia alami. Menurut Alifia, uji yang mereka lakukan melibatkan proses identifikasi senyawa saponin, antroquinon, dan minyak atsiri dari bahan tumbuhan lokal.
“Kami ingin melihat potensi tanaman sekitar sebagai bahan alami yang bisa dikembangkan untuk obat herbal,” tutur Alifia dengan penuh semangat.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum Hj. Yuniyati juga memberikan apresiasi atas keterlibatan siswa dalam kegiatan riset ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan penelitian seperti ini sejalan dengan visi Madtsansa untuk mencetak generasi ilmiah yang berkarakter.
“Riset bukan hanya tentang menemukan sesuatu yang baru, tetapi juga tentang membangun cara berpikir ilmiah, tanggung jawab, dan kolaborasi. Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini karena menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis proyek dan literasi ilmiah,” jelas Yuniyati.
Ia menambahkan bahwa dukungan madrasah terhadap kelas unggulan riset akan terus diperkuat, baik dari segi fasilitas maupun pendampingan.
“Kedepan kami akan memperluas kerja sama dengan lembaga penelitian dan laboratorium agar siswa semakin banyak mendapatkan pengalaman nyata di lapangan,” imbuhnya.
Kegiatan penelitian di Labkesmas ini berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Setelah seluruh uji selesai dilakukan, masing-masing tim akan melanjutkan tahap analisis data untuk kemudian menyusun laporan hasil penelitian. Hasil riset mereka nantinya akan diikutsertakan dalam kompetisi ilmiah tingkat kabupaten hingga nasional.
Dengan semangat dan kerja keras ketiga tim, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya riset di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran ilmiah, tetapi juga wujud nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing di bidang sains dan teknologi. (Lin/La)







