Banjarnegara (Humas) – Tiga tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara terus mematangkan persiapan menjelang Grand Final Lomba Peneliti Belia (LPB) PUTech 2025 yang akan diselenggarakan pada 2–5 Desember 2025 di Tangerang. Ketiga tim tersebut adalah
1. DK. Aida Nurmaghfiroh – Nadzwa Sagita Rahmadani.
2. Fadey Arkana Bintara Valiant – Zaskya Anugerah Maydiana.
3. Setiya Hermasya Haya Ilminura – Zahra Nuri Ayukha.
mereka akan mewakili Madtsansa dalam ajang sains bergengsi tingkat nasional tersebut.
Pada Sabtu (29/11), seluruh tim masih fokus melakukan final adjustment atau penyesuaian akhir terhadap naskah presentasi, poster ilmiah, serta PowerPoint yang akan digunakan pada sesi penjurian. Selain persiapan materi visual, mereka juga mendapatkan bimbingan intensif terkait speaking dan grammar karena seluruh presentasi di LPB PUTech disampaikan menggunakan bahasa Inggris.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras para peserta didik yang kembali membawa nama Madtsansa ke ajang nasional.
“Kami bangga karena tahun ini Madtsansa kembali meloloskan tim terbaiknya ke grand final LPB PUTech. Ini menjadi bukti bahwa budaya riset di madrasah sudah semakin kuat dan mengakar. Kami berharap anak-anak mampu tampil maksimal dan percaya diri saat presentasi nanti,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa madrasah terus memberikan fasilitas, pendampingan, serta ruang belajar yang kondusif agar seluruh tim dapat mengerjakan persiapan secara optimal.
“Pendampingan tidak hanya pada teknis penelitian, tetapi juga kemampuan presentasi, mental bertanding, dan kesiapan bahasa Inggris. Semoga hasil terbaik dapat diraih,” imbuhnya.
Pembimbing riset, Musfiatul Muniroh, menjelaskan bahwa tahapan persiapan pada H-3 keberangkatan ini benar-benar fokus pada penguatan penyampaian.
“Presentasi dalam bahasa Inggris adalah tantangan tersendiri. Karena itu, kami terus melatih intonasi, penyampaian argumen, serta memastikan script sesuai dengan poster dan PPT yang sudah final. Anak-anak sangat antusias dan terus menunjukkan perkembangan,” terangnya.
Ia juga menekankan pentingnya storytelling dan alur penyampaian yang runtut agar juri dapat memahami ide penelitian dengan jelas.
“LPB PUTech tidak hanya menilai isi penelitian, tetapi juga bagaimana peneliti muda mampu mengkomunikasikan gagasannya. Itulah yang terus kami latih bersama,” tambahnya.
Tim Fadey Arkana Bintara Valiant dan Zaskya Anugrah Maydiana menyampaikan bahwa hari-hari menjelang keberangkatan mereka isi dengan latihan intensif.
“Kami masih menyesuaikan script supaya lebih ringkas, jelas, dan mudah diingat. Bu Musfiatul banyak membantu kami mengoreksi grammar dan melatih ekspresi saat presentasi,” ujar Fadey.
Zaskya menambahkan bahwa ia dan Fadey terus memperbaiki sinkronisasi ketika melakukan presentasi bersama.
“Kami berdua harus kompak, tidak boleh saling tumpang tindih. Jadi kami terus latihan membagi peran bicara dan mengatur ritme,” katanya.
Tim DK Aida Nur Maghfiroh dan Nadzwa Sagita Rahmadani juga tengah memoles penyampaian data dan kesimpulan agar lebih kuat.
“Kami sedang mengecek kembali semua grafik dan data agar sesuai dengan yang dipresentasikan. Kadang masih ada kalimat yang perlu diperbaiki agar lebih efektif dalam bahasa Inggris,” ungkap Aida.
Nadzwa menambahkan, “Kami harus memastikan bahwa penelitian kami mudah dipahami juri, jadi kami latihan bagaimana menjelaskan metode dan temuan dengan sederhana tetapi tetap ilmiah.”
Sementara itu, tim diinisiasi oleh Setiya Hermasya Haya Ilminura dan Zahra Nuri Ayukha lebih banyak menekankan latihan pengucapan dan kejelasan intonasi.
“Presentasi bahasa Inggris membuat kami harus lebih percaya diri. Kami latihan berkali-kali supaya tidak terbata-bata,” kata Masya.
Zahra menambahkan bahwa mereka juga mematangkan eye contact dan gestur agar presentasi terlihat lebih profesional.
“Kami belajar bagaimana menyampaikan bagian penting sambil tetap menjaga kontak mata dengan juri. Itu penting agar pesan penelitian benar-benar sampai,” ujarnya.
Dengan persiapan yang semakin matang, ketiga tim menunjukkan semangat tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi Madtsansa.
“Kami yakin anak-anak ini mampu bersaing secara nasional. Doa dan dukungan terbaik dari keluarga besar madrasah akan terus mengiringi mereka,” tutup H. Yatiman.
Ketiga tim dijadwalkan berangkat menuju Tangerang pada 2 Desember 2025 dan akan mengikuti serangkaian agenda grand final selama empat hari. Semoga perjuangan mereka membuahkan prestasi gemilang dan membawa nama baik MTs Negeri 1 Banjarnegara di kancah riset nasional. (Lin/La)







