Banjarnegara (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Tiga tim riset madrasah yang tergabung dalam kelas unggulan riset berhasil lolos ke babak presentasi Lomba Peneliti Belia (LPB) PUTech 2025 yang digelar di Semarang pada Rabu-Kamis (3-4/8). Ketiga tim tersebut dinyatakan lolos setelah melalui babak pertama berupa penilaian poster penelitian yang diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah menengah se-Indonesia.
Adapun tiga tim yang berhasil melaju adalah:
1. Tim Decision Tree yang digawangi oleh Fadey Arkana Bintara Valiant dan Zaskya Anugrah Maydiana.
2. Tim Ricatea yang dilakukan oleh DK Aida Nur Maghfiroh dan Nadzwa Sagita Rahmadani.
3. Tim Coopas yang diinisiasi oleh Zaskia Syafitri dan Nazwa Ayu Dwi Arimbiati.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman menyampaikan rasa bangganya atas capaian anak didiknya.
“Alhamdulillah, tiga tim riset Madtsansa kembali menorehkan prestasi luar biasa. Lolos ke babak presentasi setelah melewati tahap seleksi poster tentu bukan hal mudah. Ini bukti kerja keras siswa, pembimbing, serta dukungan semua pihak. Saya berharap anak-anak dapat tampil percaya diri di Semarang dan membawa hasil terbaik untuk madrasah,” ungkapnya.
Sementara itu, koordinator kelas unggulan riset, Hj. Tri Widayati, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi pembinaan riset di Madtsansa.
“Setiap tahun kami berusaha meningkatkan kualitas pembinaan riset. Anak-anak tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilatih melakukan eksperimen, menulis laporan ilmiah, hingga menyajikan dalam bentuk poster. Ketiga tim ini sudah menunjukkan ketekunan dan orisinalitas ide, sehingga layak untuk bersaing di tingkat nasional,” tutur Tri Widayati yang sekaligus menjadi pembimbing riset.
Salah satu pembimbing lain, Nailia Ziyada, menambahkan bahwa keberhasilan lolos ke babak presentasi menjadi motivasi berharga bagi para peserta.
“Di babak presentasi nanti, mereka tidak hanya diuji secara ilmiah, tetapi juga kemampuan komunikasi, logika berpikir, serta cara mempertahankan argumen. InsyaAllah anak-anak sudah siap karena selama ini terbiasa presentasi di forum riset madrasah. Kami berharap doa dan dukungan seluruh keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara,” jelas Nailia.
Dari sisi peserta, semangat dan optimisme juga terlihat. Fadey Arkana Bintara Valiant, perwakilan tim Decision Tree, mengaku bangga bisa melangkah ke tahap presentasi.
“Kami sangat bersyukur bisa lolos. Proses penelitian tentang kualitas air ini cukup menantang karena melibatkan data besar dan pengolahan dengan machine learning. Namun dengan bimbingan guru, kami berhasil menyelesaikan hingga tahap poster. Kami siap mempresentasikan hasil riset di Semarang,” ujarnya.
Dari tim Ricatea, DK Aida Nur Maghfiroh menekankan pentingnya riset mereka yang berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah kulit buah Carica bisa diolah menjadi produk bermanfaat bagi kesehatan. Melalui teh herbal Ricatea, kami berharap bisa memberi alternatif alami untuk mengatasi konstipasi. Ini riset sederhana namun aplikatif, semoga mendapat apresiasi di babak presentasi,” katanya penuh semangat.
Sedangkan dari tim Coopas, Zaskia Syafitri menyatakan bahwa risetnya fokus pada isu stunting yang masih menjadi masalah serius di Indonesia.
“Stunting berdampak panjang pada generasi bangsa. Lewat kukis Coopas berbasis kacang almond dan ubi lalar, kami ingin menghadirkan solusi pangan sehat yang praktis, bergizi, dan terjangkau. Kami bangga bisa membawa ide ini ke tingkat nasional,” tegasnya.
Dengan keberhasilan tiga tim lolos ke babak presentasi, MTs Negeri 1 Banjarnegara semakin menunjukkan eksistensinya sebagai madrasah yang unggul dalam bidang riset dan inovasi. Dukungan dari guru, orang tua, serta semangat para siswa menjadi modal utama untuk melangkah lebih jauh.
“Kami yakin anak-anak ini mampu bersaing dengan peserta dari sekolah-sekolah besar di kota-kota besar. Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberhasilan,” pungkas H. Yatiman penuh harap.
Ajang LPB PUTech 2025 sendiri merupakan salah satu kompetisi riset bergengsi tingkat nasional yang mempertemukan karya inovatif pelajar dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar berkolaborasi, bertukar ide, dan berkontribusi nyata dalam memecahkan masalah di masyarakat. (Fy/La)







