Banjarnegara (Humas) — Upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan di Desa Dawuhan kembali mendapat dukungan kuat dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanayasa. Pada Selasa (01/12/2025), Kepala KUA Wanayasa bersama Penghulu dan staf melakukan peninjauan lokasi tanah yang direncanakan akan diikrarkan sebagai wakaf untuk pembangunan Madrasah Diniyah Al-Fatich.
Survei dilakukan sebagai bentuk verifikasi dan pendampingan awal kepada calon wakif. Tim KUA mengecek batas-batas tanah, memastikan keabsahan kepemilikan, serta menilai kesesuaian lokasi dengan rencana pembangunan lembaga pendidikan diniyah. Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas KUA sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) agar proses wakaf terlaksana sesuai syariat dan regulasi.
Dalam peninjauan tersebut, tim KUA didampingi perangkat desa dan tokoh masyarakat yang turut memberikan informasi terkait kondisi tanah dan kebutuhan pendidikan di Desa Dawuhan. Rencana pembangunan Madrasah Diniyah Al-Fatich disambut hangat oleh masyarakat, mengingat meningkatnya jumlah anak-anak yang membutuhkan pendidikan agama secara terstruktur.
Lokasi calon wakaf dinilai potensial dan strategis, berada di lingkungan yang mudah dijangkau dan sesuai untuk kegiatan belajar mengajar. Survei ini menjadi langkah awal sebelum penjadwalan ikrar wakaf sekaligus perencanaan pembangunan madrasah.
Kepala KUA Wanayasa, Mohamad Dzulfikar, menyampaikan pentingnya survei ini sebagai langkah awal proses ikrar wakaf.
“Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan semua aspek tanah calon wakaf benar-benar memenuhi persyaratan. Mulai dari legalitas, batas lahan, hingga potensi pemanfaatannya untuk pembangunan Madrasah Diniyah. Kami berharap wakaf ini nantinya menjadi sarana pendidikan yang membawa keberkahan bagi masyarakat Dawuhan.” ujarnya
Perangkat desa dawuhan memberikan apresiasi kepada calon wakif beserta tim KUA.
“Pemerintah desa sangat menyambut baik proses survei hari ini. Kami melihat rencana pembangunan Madrasah Diniyah Al-Fatich akan memberi dampak positif bagi anak-anak Dawuhan. Terima kasih kepada KUA Wanayasa yang terus mendampingi proses wakaf dari awal.”tuturnya
Dengan selesainya proses survei lapangan ini, diharapkan tahapan berikutnya menuju ikrar wakaf dapat segera dilaksanakan. KUA Wanayasa bersama pemerintah desa dan masyarakat Dawuhan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan melalui pembangunan Madrasah Diniyah Al-Fatich. Semoga langkah awal ini menjadi pintu keberkahan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi penerus.
(sk/ azd)







