Singapura (Humas) – Tiga peserta didik MAN 2 Banjarmegara yang tergabung dalam Tim Robotik ORBIT-2 berhasil melakukan presentasi mengenai proyek CHEERS pada ajang Robotic Innovation Challenge (RIC) di National University of Singapore (NUS) pada Minggu. (9/2)
Ketiga peserta didik tersebut adalah Ahmad Ghozi Naufa Sakazaki (XI-1) sebagai programmer, Citra Dewi Saeful (XI-10) sebagai illustrator, dan Ayesha Najla Dalila (XI-2) sebagai constructor. Pada proyek inovasi kali ini, Tim ORBIT-2 membuat dua inovasi robot yaitu CHEERS (Chair Cheerful for Elderly and Safety) dan Smart Home. Kedua robot ini diharapkan dapat meningkatkan harapan hidup para lansia.
CHEERS merupakan robot berbentuk kursi roda yang membantu lansia melakukan olahraga fisik berupa jalan kaki yang memiliki fasilitas penghitung putaran atau jarak yang ditempuh dan pengingat apabila telah cukup mencapai batas maksimal kemampuan. Sedangkan SMART HOME memudahkan aktivitas lansia di rumah dengan pintu, kipas angin, dan lampu otomatis. Keduanya dapat diatur menggunakan satu remote control yang sama sebagai efisiensi.
Berbahasa Inggris penuh, tim ORBIT-2 mempresentasikan proyek inovasinya di hadapan dewan juri dengan kompak dan penuh percaya diri. Tak hanya itu, tanya jawab dengan para juri pun tak terelakkan dan dapat dilalui dengan lancar oleh ketiganya. Sebelum bertandang ke Singapura, ketiganya telah latihan di madrasah bersama pembimbing. Citra pun membagikan kisahnya selama bimbingan presentasi.
“Latihan presentasi kami lakukan selama seminggu bersama miss Kaffah, kami latihan untuk menyusun materi dan strateginya tentunya untuk di booth exhibition dan stage apabila masuk final,” tuturnya.
Ia pun menambahkan tantangan bagi timnya selama proses latihan.
“Karena ada sesi tanya jawab oleh dewan juri, kami siapkan berbagai list pertanyaan dan jawabannya bahkan attitude ketika menjawab. Untuk itu Lili monitoring kita untuk aspek fungsinya dan pak Giri secara teknisnya,” imbuhnya.
Ia pun menambahkan, “alhamdulillah hari ini telah sukses presentasi. Kami bersyukur dan bangga melakukan presentasi dengan lancar tanpa teks karena beberapa peserta membawa teks.”
Kepala MAN 2 Banjarnegara, Ridlo Pramono mendukung penuh terhadap ikhtiar anak didiknya tersebut.
“Alhamdulillah anak kita kembali tampil di event internasional setelah tahun lalu ke China, terima kasih atas kerja kerasnya untuk anak-anak dan pembina. Mari kita dukung terus dan berupaya agar lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (KA/LA)







