Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pada Kamis (4/6/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Sutrisno, hadir memberikan siraman rohani dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di salah satu rumah ketua kelompok ini dihadiri oleh 30 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH desa setempat. Mengingat momen pergantian tahun yang kian dekat, tema yang diangkat dalam penyuluhan kali ini adalah “Muhasabah Akhir Tahun: Menakar Diri, Menjemput Berkah”.
Dalam tausiyahnya, Sutrisno, menekankan pentingnya melakukan introspeksi diri (muhasabah) sebelum waktu berlalu tanpa makna. Menurutnya, muhasabah bukan sekadar menghitung kesalahan, melainkan momentum untuk merencanakan perbaikan spiritual dan ekonomi keluarga di masa depan.
“Waktu berjalan begitu cepat, dan hari ini kita sudah berada di penghujung tahun. Muhasabah adalah cermin bagi kita untuk melihat seberapa banyak bekal yang sudah kita siapkan untuk akhirat, dan seberapa gigih kita memperbaiki kualitas hidup di dunia. Mari jadikan momentum ini untuk bertekad menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan mandiri,” ujar Sutrisno di hadapan para peserta.
Kehadiran penyuluh agama dalam pertemuan rutin PKH ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak pendamping lapangan. Noviatun Salamah, selaku Pendamping PKH Desa Babadan, menyampaikan bahwa sinergi antara aspek pemenuhan ekonomi dan spiritual sangat dibutuhkan oleh warga dampingannya.
“Kami sangat berterima kasih kepada KUA Pagentan, khususnya Pak Sutrisno. Melalui tema muhasabah ini, ibu-ibu PKH tidak hanya diajak mengelola bantuan materi dengan bijak, tetapi juga diberi nutrisi batin agar mentalnya kuat dan selalu optimis. Kolaborasi seperti ini sangat membantu kami dalam membangun karakter KPM yang tangguh,” ungkap Noviatun Salamah.
Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut berjalan interaktif. Sebanyak 30 peserta tampak antusias menyimak materi, yang diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar problematika keluarga sakinah dan doa bersama untuk keselamatan serta keberkahan warga Desa Babadan di tahun yang akan datang.
(3S/azd)







