Banjarnegara (Humas) – Suasana khusyuk dan penuh haru menyelimuti aula pengajian Desa Ampelsari, saat jamaah majelis taklim An Nisa mendengarkan tausiyah mendalam dari Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, pada hari Rabu siang (3/6). Kajian rutin yang tersebut mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: Keutamaan Saling Membantu Sesama Umat Islam.
Dalam penyampaiannya yang humanis, penyuluh menekankan bahwa esensi sejati dari seorang Muslim adalah menjadi manfaat bagi orang lain. Mengutip hadis riwayat Muslim, ia mengingatkan jamaah bahwa Allah SWT akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut mau menolong saudaranya yang sedang kesulitan.
“Membantu sesama itu tidak selalu tentang materi atau uang yang berlimpah. Senyuman yang tulus, tenaga untuk meringankan beban tetangga, hingga doa yang kita panjatkan diam-diam untuk saudara kita yang sedang tertimpa musibah, adalah wujud nyata dari indahnya saling membantu,” ujarnya di hadapan jamaah yang tampak khidmat menyimak.
“Di tengah tantangan zaman yang semakin individualis, majelis taklim harus menjadi pelopor dalam merajut kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial (ta’awun). Setiap kebaikan yang ditanamkan kepada sesama Muslim akan kembali menjadi keberkahan bagi diri sendiri, baik di dunia maupun di akhirat,”tambahnya.
Pesan-pesan yang menyentuh hati tersebut berhasil membuat beberapa jamaah meneteskan air mata, teringat akan pentingnya menjaga hubungan baik (hablum minannas). Acara ditutup dengan komitmen bersama dari para pengurus majelis taklim untuk menginisiasi gerakan kotak amal sosial, yang hasilnya akan disalurkan langsung kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Melalui kajian ini, KUA Banjarnegara berharap syiar Islam tidak hanya berhenti sebagai bahan bacaan, tetapi benar-benar mewujud dalam aksi nyata yang memperkokoh persaudaraan umat.







