Banjarnegara (Humas) – Upgrading merupakan sebuah kegiatan pelatihan peningkatan mutu juga ilmu pengetahuan serta ilmu apapun yang pernah dan ataupun belum dipelajari bagi pesertanya, yang dalam hal ini adalah para pendidik dan tenaga kependidikan MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (Mimau). Tujuan dari diadakannya kegiatan ini yaitu guna untuk meng-upgrade agar bisa meningkatkan kembali fungsi masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan dalam mempersiapkan diri di tahun ajaran baru yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini juga berguna untuk membangun semangat baru, dan semakin menumbuhkan kreatifitas yang unik menarik ke depannya pada tahun pelajaran 2024/ 2025 agar guru-guru Mimau sudah siap ketika memulai tahun ajaran baru, dan sudah fresh kembali ke rutinitas yang sebelumnya habis menikmati disela liburan bersama keluarga.
MIMAU adalah sebutan madrasah yang biasa dikenal masyarakat ini merupakan salah satu madrasah yang rutin mengadakan upgrading bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebelum memasuki tahun ajaran baru dengan berbeda tema ditiap harinya. Tak hanya itu, lokasi pelaksanaan upgrading pun berbeda-beda. Dan untuk upgrading pertama di tahun ini dilaksanakan di ruang aula Mimau dimulai pukul 09.00-12.00 WIB dengan tema Analisis Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada Senin lalu (1/7).
Bertemakan Analisis ANBK upgrading kali ini disampaikan dengan penuh semangat yang luar biasa dari narasumber juga didukung penuh oleh peserta upgrading Mimau. Diberikanlah materi yang cukup membuat otak berfikir keras serta contoh-contoh pembelajaran menarik dan trik agar mudah dipahami oleh guru-guru Mimau dan dapat disampaikan ke peserta didik. Adalah Vijanti Marzuki narasumber yang merupakan pengawas RA/ MI kecamatan Banjarnegara.
Vijanti sebelumnya menjelaskan bahwa ANBK adalah hasil pembelajaran peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 5. Jadi bukan hanya hasil penilaian dari kelas 5 saja, meskipun ANBK dilaksanakan dijenjang kelas 5. Seperti hal nya yang beliau sampaikan disela-sela menjelaskan tentang analisis ANBK.
“Nilai yang diambil yaitu berdasarkan literasi, numerasi serta survei lingkungan, dan hasil ANBK ini berpengaruh pada akreditasi madrasah, jadi apabila hasil ANBK turun maka dapat dilakukan akreditasi lebih cepat dari waktu yang ditentukan,” jelas Vi panggilan akrab beliau.
Agar hasil ANBK lebih baik lagi Vi menyampaikan cara-cara agar guru dapat memberikan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menarik. Contohnya pembelajaran interaktif dua arah, artinya pembelajaran interaktif guru dengan siswa, dan siswa dengan siswa dengan metode pembelajaran yang beragam. Vi juga menyampaikan agar pembelajaran dapat berhasil dengan maksimal maka tentunya harus diawali dengan perencanaan pembelajaran, atau yang biasa dikenal RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).
“RPP atau perencanaan pembelajaran boleh lebih dari satu lembar yang penting sudah mencangkup 3 komponen dasar yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian,” tegas Vi didepan seluruh peserta upgrading.
“Selain itu, guru juga harus mengikuti perkembangan zaman dan mengikuti pembelajaran abad 21, artinya guru tidak boleh gagap teknologi (gaptek). Ciri pembelajaran abad 21 yaitu menggunakan Teknologi Informasi, interaktif, kreatif dan kontekstual,”lanjut Vi menegaskan.
Harapannya guru yang notabene adalah suri tauladan bagi muridnya, dapat memberikan contoh keteladanan yang baik bagi peserta didik melalui pendidikan karakter yaitu tanggung jawab, kedisiplinan dan lain sebagainya tetapi juga harus mengikuti perkembangan zaman. Di zaman yang semakin berteknologi canggih seperti sekarang ini, maka guru harus meningkatkan kinerja diri dengan memperbanyak wawasan, baik secara langsung maupun tidak langsung ataupun secara mandiri berselancar di dunia maya. Dan karna persaingan pendidikan sangat pesat, untuk itu mempelajari dan menerapkan pembelajaran abad 21 yang menarik serta kreatif adalah salah satu kunci keberhasilan guru Indonesia. (nf)







