Banjarnegara (Humas) – Karang Pamitran merupakan wadah pertemuan pembina pramuka guna peningkatan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam meningkatkan kualitas pelatihan di gugus depan masing-masing.
Tujuan adanya karang pamitran adalah menambah koneksi informasi dan mempererat hubungan persaudaraan antar pembina pramuka. Kegiatan tersebut adalah salah satu pendidikan informal yang dikhususkan untuk orang dewasa. Salah satu barometer kemajuan dan keberhasilan gerakan pramuka untuk mencapai tujuannya antara lain terlihat dari hasil pembinaan oleh pembina pramuka di gugus depan. Oleh karena itu, perlu adanya keikutsertaan pembina pramuka dalam acara karang pamitran sebagai upaya penguatan gerakan kepramukaan. (8/2)
Kegiatan Karang Pamitran yang bertempat di Aula Korwil Banjarnegara. Pelaksana kegiatan ini adalah Kwartir Ranting Banjarnegara. Peserta diikuti oleh 38 pangkalan yang terdiri dari 34 SD/MI, 2 SMP/MTs, dan 2 SMA/SMK/MA. Acara dibuka oleh MC yang dibawakan oleh Kak Laely dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Hymne Pramuka yang dipimpin oleh Kak Yulis. Sambutan diisi oleh Kak Rowi selaku Ketua Kwarran Banjarnegara.
Dalam sambutannya, menegaskan bahwa dunia kepramukaan mengalami kemunduran semenjak adanya aturan baru bahwa ekstrakurikuler pramuka sudah tidak menjadi ekstrakurikuler wajib.
“Adanya aturan baru mengenai kedudukan ekstrakurikuler pramuka yang sudah tidak wajib lagi, tentu mengubah mindset siswa untuk mengikuti ekskul tersebut. Sejatinya organisasi pramuka menjadi organisasi yang ampuh dan jitu dalam pembentukan karakter siswa. Untuk itu, perlu penguatan skill dan pengetahuan pembina untuk selalu menumbuhkan cinta pramuka ke setiap siswa,” tuturnya.
Para pelatih dari Kwarran Banjarnegara memberikan empat materi kepada peserta karang pamitran. Adapun materi 1 dan 2 disampaikan oleh Kak Ester tentang SKU,SKK dan SPG serta Ekstrakurikuler Pramuka. Pembahasan materi 1 berisi tentang jangka waktu untuk pengisian buku SKU Siaga Tingkat Mula, Bantu dan Tata serta pengisian SKK dilaksanakan setelah siaga menyelesaikan SKU tingkat Bantu.
Materi kedua berisi cara pelaksanaan upacara pembukaan dalam ekstra pramuka. Materi 3 dan 4 disampaikan oleh Kak Rieva mengenai gudep mantap dan uji syarat garuda. Gudep mantap berisi tentang struktur kepengurusan dalam gudep (Gugus Depan) dan administrasi kepramukaan serta dalam materi uji syarat garuda berisi tentang syarat anggota siaga menjadi pramuka garuda.
Audina salah satu pembina Pramuka Mimau (MI Maarif Al Falah Joyokusumo) mengikuti karang pamitran. Keikutsertaan acara ini sebagai upaya pencarian ladang informasi mengenai upaya peningkatan kepramukaan di gudepnya.
“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk mengikuti karang pamitran ini. Di sini banyak pelatih yang memberikan semangat dan dukungan kepada semua pangkalan untuk terus memajukan dunia kepramukaan. Tentu saja, tidak hanya mendapatkan materi dari para pelatih namun saya juga mendapatkan teman baru untuk bisa berbagi informasi tentang kepramukaan serta saya bisa temu kangen dengan guru-guru pendahulu saya yang selalu aktif di pramuka,” ungkap Audina.
Karang pamitran ini juga diisi informasi mengenai Pesta Siaga Kwarran Banjarnegara Tahun 2025. Hal ini menjadi penting dikarenakan pelaksanaan pesta siaga akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April serta pramuka siaga yang akan menjadi garuda akan dilantik pada bulan Februari akhir. (AD)







