Banjarnegara (Humas) – Sejumlah empat murid MTsN 3 Banjarnegara (Megabara) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara. Mereka adalah Kamila Zahra Liyani, Firliana Amiratuz Zahra, Oktafia Khusnul Barokah , dan Yufida Hapsari. Kegiatan berlangsung di aula Niscala, dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh 50 peserta baik dari kalangan murid maupun umum. Bimtek ini dilaksanakan selama 3 tahap yaitu tanggal 7 April 2026, 29 April 2026, dan 7 Mei 2026.
Selama kegiatan berlangsung semua peserta nampak antusias menyimak penjelasan materi yang disampaikan oleh tiga narasumber profesional dibidangnya. Ketiga narasumber tersebut adalah Indra Hari Purnama (Pegiat Literasi), Heri Purnomo (Sejarawan Banjarnegara), dan Sutini (Guru Bahasa Indonesia).
Para peserta dibekali banyak materi terkait kepenulisan. Mulai dari dasar-dasar menulis, penggalian ide, teknik kepenulisan, solusi mengatasi kebuntuan saat menulis, membuat kerangka hingga mengembangkannya menjadi karya menarik berbasis muatan lokal Banjarnegara.
Kepala Disarpus Banjarnegara, Arif Rahman, mengatakan bahwa Bimtek ini bertujuan memberikan bekal kepenulisan kepada para calon penulis Banjarnegara.
“Harapan adanya Bimtek ini adalah akan lahir para penulis handal yang pada saatnya nanti bisa mengangkat berbagai potensi yang ada di Banjarnegara. Dari ini masyarakat akan mengetahui dan faham muatan lokal yang bernilai edukatif dan sebagainya,“ Tutur beliau.
Beliau juga menyampaikan target akhir dari Bimtek ini, setelah peserta mengikuti pelatihan pada tahap 1, 2, dan 3.
“Target akhir dari Bimtek ini adalah akan lahir karya tulis original berbasis muatan lokal. Karya-karya yang dihasilkan dari Bimtek ini nantinya akan didistribusikan ke berbagai sekolah dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hasil ini juga akan menjadi referensi literasi khas Banjarnegara, “ tambahnya.
Salah satu pemateri, Indra Hari Purnama, menyampaikan bahwa menulis merupakan suatu ketrampilan yang harus dimiliki oleh semua generasi muda saat ini. Beliau menyampaikan materi menggali motivasi, kendala menulis, serta harapan usai menulis.
“Termasuk cara mengatasi kebuntuan saat menulis diantaranya dengan istirahat, lanjut berjalan sambil mencari ide. Setelah itu, selesaikan dulu tulisan, atau mengganti ide jika sudah tidak ada solusi,“ ungkap pegiat literasi di Banjarnegara ini.
Di tempat yang sama, Kamila Zahra Liyani, peserta dari Megabara mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti Bimtek ini. Alasannya adalah dia mendapatkan banyak ilmu dan belajar langsung dari para pakar dibidang kepenulisan.
“Saya mendapat banyak ilmu langsung dari para pakar dalam Bimtek ini. Diantaranya : bagaimana cara membuat cerita, baik cerita legend, cita-cita, dan berbagai jenis cerita lainnya,“ katanya dengan antusias saat di wawancarai oleh panitia.
Sementara, Kepala Megabara, Natir menyampaikan kegiatan semacam ini merupakan media yang sangat strategis untuk mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang kepenulisan.
“Saya sangat mengapresiasi semangat murid yang mau mengikuti pelatihan ini. Hal ini menunjukkan mereka memiliki motivasi yang kuat untuk berprestasi. Saat ini kemampuan menulis bukanlah ketrampilan tambahan, tetapi kebutuhan untuk menyampaikan gagasan dan pemikiran yang pastinya akan berkontribusi besar dalam dunia pendidikan,“ terangnya. (FN)







