Banjarnegara – Inovasi pembelajaran kembali dilakukan oleh Dewi Tri Ratnasari, guru kelas 5B MI Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) pada hari Rabu (24/9/2025), dengan menghadirkan metode praktik pembuatan diorama rantai makanan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep hubungan makan dan dimakan dalam rantai makanan melalui visualisasi ekosistem 3 dimensi.
Dalam pembelajaran yang berlangsung di kelas 5B, siswa diajak membuat miniatur diorama ekosistem lengkap dengan komponen produsen, konsumen, hingga pengurai. Metode ini menurut Dewi, menjadi salah satu cara kreatif untuk membuat siswa lebih mudah memahami konsep abstrak tentang rantai makanan.
“Perlu variasi dan kreativitas supaya siswa lebih paham konsep rantai makanan. Dengan diorama, materi bisa divisualisasikan secara nyata, sehingga siswa tidak hanya membayangkan tetapi juga melihat hubungan antarorganisme. Selain itu, siswa juga menjadi lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran,” ujar Dewi Tri Ratnasari.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat praktik berlangsung. Diosa, salah satu siswa kelas 5B, bahkan mampu menjelaskan kembali konsep rantai makanan menggunakan diorama yang dibuat. “Ini adalah produsen, yang akan dimakan oleh konsumen tingkat satu, setelah itu dimakan lagi oleh konsumen tingkat dua. Pada akhirnya, konsumen terakhir akan diuraikan oleh pengurai,” jelasnya dengan penuh percaya diri.
Hal serupa diungkapkan Aisyah, siswa lainnya. Ia mengaku lebih senang belajar dengan metode praktik karena suasana kelas menjadi lebih hidup. “Pembelajarannya jadi lebih menyenangkan, karena kita praktek langsung. Jadi lebih cepat mengerti,” katanya.
Dukungan juga datang dari Rini, selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum MI Miftahul Mubtadi’in. Menurutnya, inovasi pembelajaran seperti ini sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang bermakna. “Kreativitas dan inovasi guru menjadi hal yang penting, utamanya dalam memberikan pembelajaran yang tidak hanya sekadar teori, tetapi juga bisa dipahami dan diingat siswa dengan baik,” ungkap Rini.
Melalui praktik pembuatan diorama ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai rantai makanan, tetapi juga terlatih dalam keterampilan berpikir kreatif, kolaboratif, dan problem solving. Metode ini sekaligus menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa.
Dengan adanya inovasi tersebut, pembelajaran IPA di kelas 5B MIMUB diharapkan tidak lagi terasa sulit, tetapi justru menyenangkan dan lebih membekas di benak siswa. (rs)







