Toleransi Lintas Iman Terukir:  Penyuluh Agama Islam Mandiraja Shooting Film Moderasi Beragama di Gereja Somawangi

Banjarnegara (Humas) – Suasana berbeda tampak di Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja. Hari ini, penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja kembali melanjutkan karya besarnya: pembuatan film dokumenter moderasi beragama. Yang membuatnya luar biasa, proses shooting dilakukan langsung di Gereja Suara Kebenaran Injil Somawangi. (20/8)

Kehadiran tim penyuluh disambut hangat penuh persaudaraan oleh Pendeta Heru Siswanto gembala sidang Gereja Suara Kebenaran Injil. Momen ini menjadi simbol nyata bahwa kerukunan dan toleransi lintas iman bukan hanya teori, melainkan bisa diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat. Somawangi, Desa Kecil dengan Semangat Besar

Di tengah hiruk-pikuk perbedaan, Somawangi tampil sebagai pelopor harmoni, memperlihatkan bahwa kehidupan antar umat beragama bisa berjalan damai dan saling mendukung.

Kepala KUA Mandiraja, H. Irfan Sulastono menegaskan betapa pentingnya kegiatan ini.

“Somawangi memberi pesan kuat untuk Indonesia: kerukunan bukan sekadar wacana, tetapi nyata. Film dokumenter ini akan menjadi saksi sejarah bahwa toleransi hidup di Banjarnegara,” tegasnya.

 Film Dokumenter: Cermin Kerukunan, Warisan inspirasi setiap frame film dokumenter ini merekam wajah-wajah penuh senyum, jabat tangan erat, dan keakraban antar umat beragama. Film ini kelak akan menjadi cermin kerukunan yang menginspirasi banyak desa lain di Indonesia. Beda agama tetap saudara, dari Somawangi untuk Indonesia, dari Indonesia untuk dunia. (Ft)

Skip to content