Banjarnegara – MI Miftahul Mubtadi’in (MIMUB) Kaliwinasuh melaksanakan Ujian Praktik mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 28 siswa kelas VI dengan penuh antusias dan semangat. Ujian praktik kali ini meliputi dua aspek utama, yaitu menari dan menyanyi, yang bertujuan untuk mengasah kreativitas serta keberanian siswa dalam menampilkan bakat seni mereka di depan umum.
Dalam praktik menari, para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok menampilkan jenis tarian yang berbeda, yaitu Tari Merak, Tari Kecak, Tari Gugur Gunung, dan Tari Indang. Meski dengan kostum yang sederhana, penampilan para siswa tetap terlihat memukau dan penuh percaya diri. Gerakan yang kompak, ekspresi yang sesuai, serta penghayatan terhadap musik pengiring menjadi nilai tambah dalam penilaian.
Tari Merak ditampilkan dengan anggun dan lembut, mencerminkan keindahan burung merak yang menjadi inspirasi utama tarian tersebut. Sementara itu, Tari Kecak yang berasal dari Bali mampu dibawakan dengan penuh semangat dan kekompakan suara. Tari Gugur Gunung menampilkan nilai kebersamaan dan gotong royong. Seluruh penampilan ini menunjukkan bahwa siswa mampu memahami karakter masing-masing tarian dengan baik.
Selain menari, ujian praktik juga meliputi penampilan menyanyi. Setiap siswa diminta untuk membawakan dua lagu, yaitu satu lagu nasional dan satu lagu tradisional. Untuk lagu nasional, siswa memilih lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” dan “Indonesia Pusaka” yang sarat akan nilai cinta tanah air. Sedangkan untuk lagu tradisional, pilihan jatuh pada lagu “Cublak-Cublak Suweng” dan “Ampar-Ampar Pisang” yang penuh keceriaan dan kearifan lokal.
Penilaian kegiatan ini semakin spesial karena siswa-siswa terbaik nantinya akan ditampilkan dalam panggung peringatan harlah MI MIMUB. Hal ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi para siswa untuk memberikan penampilan terbaik mereka. Istikharoh selaku penguji tari mengungkapkan apresiasinya terhadap semangat siswa. “Walaupun pelaksanaan berlangsung hingga siang hari, anak-anak tetap semangat dan tampil maksimal. Ini menunjukkan antusiasme mereka terhadap seni sangat luar biasa,”ujarnya.
Sementara itu, penilaian menyanyi dilakukan oleh guru berprestasi di bidang tarik suara, Dewi Tri Ratnasari. Beliau merupakan peraih Juara 3 paduan suara mewakili Kecamatan Purwareja Klampok tingkat kabupaten dalam rangka HUT ke-23 Dharma Wanita Persatuan tahun 2022, Juara 3 solo song tingkat kecamatan dalam rangka HUT PGRI 2022, serta Juara 3 duet dangdut tingkat kabupaten dalam rangka Hari Amal Bakti Kementerian Agama Banjarnegara tahun 2022. Dewi menyampaikan bahwa kemampuan siswa dalam bernyanyi cukup membanggakan. “Beberapa siswa sudah memiliki kemampuan menyanyi yang mumpuni, bahkan teknik vokalnya sudah bagus dan terarah. Ini potensi yang perlu terus dikembangkan,” ungkapnya.
Dengan adanya ujian praktik ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori seni, tetapi juga mampu mengekspresikan diri melalui karya nyata. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, serta kecintaan terhadap budaya bangsa sejak dini. (rs)







