Upacara Senin MIFABARA Tanamkan Budaya Santun Melalui Tiga Kata Ajaib

Banjarnegara – Suasana khidmat menyelimuti halaman MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) saat seluruh warga madrasah mengikuti upacara bendera rutin hari Senin. Pada kesempatan kali ini, petugas upacara dari kelas 6B berhasil melaksanakan tugas dengan penuh disiplin dan tanggung jawab, sementara pembina upacara, Nugrah, menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya membiasakan tiga kata ajaib dalam kehidupan sehari-hari.(3/8)

Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh murid untuk membudayakan tiga ungkapan sederhana yang memiliki makna luar biasa, yaitu “Tolong”, “Maaf”, dan “Terima Kasih.” Menurutnya, ketiga kata tersebut merupakan cerminan akhlak mulia yang harus dibiasakan, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Kata “Tolong” mengajarkan murid untuk meminta bantuan dengan sopan dan menghargai orang lain. Kata “Maaf” melatih keberanian mengakui kesalahan serta memperbaiki hubungan ketika terjadi kekeliruan. Sementara kata “Terima Kasih” menjadi wujud rasa syukur dan penghargaan atas setiap kebaikan yang diterima.

Melalui penyampaian yang komunikatif, Ustadz Nugrah juga mengingatkan bahwa kebiasaan mengucapkan tiga kata ajaib akan menciptakan lingkungan madrasah yang lebih ramah, harmonis, dan penuh kepedulian. Karakter baik dibangun bukan dari hal-hal besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, mengapresiasi amanat pembina upacara yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan karakter.

“Kami ingin setiap upacara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter. Tiga kata ajaib ‘Tolong, Maaf, dan Terima Kasih’ merupakan kebiasaan sederhana yang mampu membangun akhlak mulia, menumbuhkan rasa hormat, empati, dan mempererat hubungan antarsesama. Inilah nilai-nilai yang terus kami tanamkan kepada seluruh peserta didik,” tuturnya.

Salah seorang murid kelas 6B mengungkapkan kesannya setelah mengikuti upacara.

“Saya jadi lebih paham bahwa mengucapkan tolong, maaf, dan terima kasih adalah kebiasaan baik yang membuat pertemanan semakin akrab dan saling menghargai.”Ungkapnya.

Melalui upacara bendera setiap hari Senin, MIFABARA terus menjadikan setiap amanat sebagai bekal kehidupan bagi peserta didik. Dari tiga kata sederhana lahir pribadi yang santun dalam bertutur, rendah hati dalam bersikap, serta penuh rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Sebab, karakter yang hebat selalu tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari.(nas)

Skip to content