Banjarnegara (Humas) – Suasana gayeng dan penuh khidmat menyelimuti salah satu rumah warga di Dusun Cundukan, Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (3/6/2026). Rumah milik Ibu Chatini yang terletak di RT 02 RW 02 tersebut menjadi saksi pelaksanaan bimbingan penyuluhan keagamaan yang digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan bagi kelompok Program Keluarga Harapan (PKH).
Hadir sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin. Di hadapan 24 orang anggota PKH yang mayoritas emak-emak, Syaiful membawa angin segar melalui tema penyuluhan yang cukup unik dan memikat perhatian, yaitu “Kewajiban Rumah Tangga Itu Sedikit”.
Dalam pemaparannya, M. Syaiful Abidin menjelaskan bahwa secara fikih Islam, kewajiban inti dalam rumah tangga sebenarnya tidak seberat yang dibayangkan atau dikeluhkan sebagian besar pasangan. Banyak hal yang selama ini dianggap beban mutlak sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi, kerja sama, dan kelapangan hati antar suami istri.
“Secara tekstual hukum, kewajiban pokok dalam rumah tangga itu sedikit dan sederhana. Yang membuatnya terasa berat dan menumpuk adalah runtunan ekspektasi, gengsi, serta kurangnya manajemen rida di antara suami istri. Jika kita mengembalikannya pada koridor syariat dengan bumbu saling menghargai, maka urusan domestik akan terasa ringan dan bernilai ibadah,” ujar Syaiful di sela-sela materinya.
Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh Noviatun Salamah, selaku Pendamping PKH Desa Babadan. Noviatun mengapresiasi kolaborasi apik dari KUA Pagentan yang bersedia turun langsung ke dusun-dusun untuk memberikan siraman rohani yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan warga binaannya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Syaiful dan KUA Pagentan. Ibu-ibu peserta PKH di Dusun Cundukan ini setiap hari sudah penat dengan urusan ekonomi dan domestik. Materi hari ini benar-benar membuka sudut pandang baru, membuat mereka tersenyum kembali, dan menyadari bahwa mengurus rumah tangga itu tidak harus stres kalau dibawa bahagia dan paham ilmunya,” ungkap Noviatun Salamah.
Acara yang berlangsung interaktif tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar problematika keluarga sakinah. Diharapkan, melalui bimbingan rutin seperti ini, ketahanan keluarga masyarakat rentan di wilayah Pagentan dapat semakin kokoh, baik dari sisi spiritual maupun sosial.
(msa/azd)







