Usai Pemeriksaan Kualitas Udara, Guru MIFABARA Dibekali Edukasi Mewujudkan Ruang Kelas Sehat

Banjarnegara – Menjaga ruang kelas tetap sehat tidak cukup hanya melalui pemeriksaan kualitas udara, tetapi juga memerlukan pemahaman dan kepedulian seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, setelah melaksanakan pengecekan kualitas udara di seluruh ruang kelas, tim Puskesmas Banjarnegara II melanjutkan kegiatan dengan memberikan edukasi kesehatan lingkungan kepada seluruh guru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA).(27/7)

Dalam sesi edukasi tersebut, para guru memperoleh penjelasan mengenai pentingnya kualitas udara dalam ruang kelas terhadap kesehatan dan proses belajar peserta didik. Udara yang bersih, sirkulasi yang baik, pencahayaan yang cukup, serta kelembapan ruangan yang terjaga terbukti mampu meningkatkan konsentrasi belajar, mengurangi risiko penularan penyakit, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih nyaman dan produktif.

Petugas Puskesmas Banjarnegara II juga memaparkan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan guru untuk menjaga kualitas lingkungan kelas. Di antaranya adalah membuka ventilasi sebelum pembelajaran dimulai agar terjadi pertukaran udara, menjaga kebersihan lantai dan sudut ruangan dari debu, memastikan barang-barang tertata rapi sehingga tidak menghambat sirkulasi udara, serta memanfaatkan pencahayaan secara tepat sesuai kondisi ruang kelas.

Kepala MIFABARA, menyampaikan bahwa edukasi ini menjadi bekal penting bagi seluruh guru dalam menciptakan ruang belajar yang sehat dan berkualitas.

“Lingkungan belajar yang sehat tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Guru memiliki peran penting sebagai teladan dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang kelas. Kami berharap edukasi ini semakin meningkatkan kepedulian seluruh warga madrasah untuk bersama-sama menciptakan ruang belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan bagi peserta didik,” tutur beliau.

Sementara itu, petugas kesehatan dari Puskesmas Banjarnegara II menegaskan bahwa menjaga kualitas udara bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, melainkan menjadi budaya yang harus dibangun bersama.

“Ruang kelas yang sehat merupakan investasi bagi tumbuh kembang anak. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan, mengatur ventilasi, memanfaatkan pencahayaan dengan bijak, dan memantau kondisi ruangan secara berkala akan memberikan dampak besar terhadap kesehatan serta kenyamanan proses belajar mengajar,” jelas salah satu narasumber.

Dengan sinergi antara guru, tenaga kesehatan, dan seluruh warga madrasah, MIFABARA optimistis mampu menghadirkan ruang kelas yang sehat, nyaman, serta menjadi tempat tumbuhnya generasi yang cerdas, sehat, dan berkarakter.(nas)

Skip to content