Usia Bertambah, Ibadah Harus Makin Indah Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Bekali Ilmu Menjelang Menopause dan Lansia di Majelis Taklim  Rabu Pon Desa Gelang

Banjarnegara (Humas) – Menopause dan masa lansia sering dianggap sebagai fase yang menakutkan bagi perempuan. Untuk meluruskan pemahaman itu, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit mengadakan penyuluhan di Majelis Taklim Rabu Pon Desa Gelang, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang diikuti 30 jamaah ibu-ibu dilaksanakan setiap hari Rabu, sesuai nama Majelis Taklim yang diketuai Sutirah. Pengajian ini berlangsuang khidmat di rumah Nisah. Mengangkat tema “Bekal Ibu Menghadapi Masa Menopause dan Lansia”, penyuluh mengajak jama’ah memandang fase tersebut sebagai bagian sunnatullah yang justru bisa menjadi ladang pahala jika disikapi dengan ilmu dan iman.

“Menopause bukan akhir peran ibu. Justru di usia inilah banyak ibu punya waktu lebih luang untuk ibadah, mengaji, dan mendidik cucu. Yang penting kita bekali diri dengan ilmu agar tidak panik dan tetap sehat jasmani rohani,” jelas Endah.

Materi yang disampaikan meliputi tiga aspek utama. Pertama, aspek kesehatan: memahami perubahan hormon, pentingnya olahraga ringan, menjaga pola makan, dan rutin cek kesehatan agar terhindar dari osteoporosis dan penyakit jantung. Kedua, aspek psikologis: mengelola emosi agar tidak mudah marah atau merasa tidak berguna, serta menjaga komunikasi baik dengan suami dan anak. Ketiga, aspek spiritual: memperbanyak dzikir, sholat sunnah, sedekah, dan mengikuti majelis taklim agar hati tetap tenang dan tidak merasa kesepian. Ketua MT Rabu Pon, Sutirah, menyampaikan apresiasi karena tema ini jarang dibahas namun sangat dibutuhkan ibu-ibu di usia 45 tahun ke atas. “Selama ini kalau haid berhenti kami bingung, merasa tua dan tidak berguna. Ternyata justru ini waktu terbaik untuk fokus ibadah dan jadi tempat curhat cucu. Rasanya lega dan lebih semangat,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar seluruh jama’ah diberikan kesehatan, kekuatan, dan keistiqamahan dalam beribadah hingga akhir hayat. Penyuluh berharap ibu-ibu MT Rabu Pon menjadi teladan bahwa lansia yang sehat dan aktif tetap bisa produktif untuk keluarga dan masyarakat. 

(n/azd)

Skip to content