Banjarnegara – Suasana Deep Learning Festival MI Miftahul Mubtadi’in (MI MIMUB) Banjarnegara pada Selasa (11/11/2025) tampak ramai dan semarak. Salah satu stand yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah stand karya siswa kelas 6. Dengan penuh kreativitas, mereka menampilkan wayang rangka — sebuah media pembelajaran unik untuk menjelaskan jenis-jenis tulang manusia dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).
Di stand tersebut, tampak Arif, salah satu siswa kelas 6, dengan percaya diri mempresentasikan hasil belajarnya kepada para pengunjung. Ia menunjukkan wayang rangka kepada adik kelasnya sambil menjelaskan bagian-bagian tulang manusia. “Jangan takut ya, dek. Ini cuma wayang rangka, mainan untuk belajar jenis tulang. Tubuh kita terdiri dari tulang-tulang yang bentuknya seperti ini,” ujarnya sambil memperagakan cara menggerakkan wayang rangka tersebut.
Suasana stand menjadi semakin hidup ketika Al Zeyn, siswa kelas 1 yang awalnya tampak takut, mulai berani memegang wayang rangka itu. “Wayangnya serem kaya tengkorak, tapi lucu bisa digerak-gerakkan,” katanya polos sambil tertawa. Momen tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan tidak menakutkan.
Selain wayang rangka, stand kelas 6 juga menampilkan karya lain berupa gelang makrame dan tiruan otot-otot tubuh manusia. Danish, salah satu siswa yang menjaga bagian otot, menjelaskan dengan fasih fungsi dan jenis otot kepada setiap pengunjung yang datang. “Ini otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Semuanya bekerja sesuai tugasnya,” jelasnya sambil menunjuk hasil karya kelompoknya.
Kreativitas siswa kelas 6 MI MIMUB ini mendapat apresiasi dari guru dan pengunjung festival. Pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi seperti ini dinilai mampu menumbuhkan deep learning atau pembelajaran bermakna, di mana siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempresentasikan dan menjelaskan konsepnya secara nyata.
Kepala MI MIMUB, dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata implementasi Merdeka Belajar. “Kami ingin siswa belajar dengan berani mencoba, berkreasi, dan memaknai apa yang dipelajarinya. Wayang rangka ini contoh bahwa belajar sains bisa dikemas secara menarik dan menyenangkan,” ujarnya. (rs)
Melalui Deep Learning Festival, MI MIMUB Banjarnegara membuktikan bahwa pembelajaran bukan sekadar membaca dan menghafal, tetapi juga berkarya, bereksperimen, dan berbagi ilmu kepada sesama. Stand kelas 6 dengan wayang rangka menjadi bukti bahwa belajar bisa bermakna, menggembirakan, dan berkesan. (rs)







