Banjarnegara (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melalui Tim Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM) mengadakan sosialisasi buku pedoman pengendalian gratifikasi (PG) dan pelayanan prima (PP), Senin (18/3). Acara yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara ini diikuti oleh seluruh Pejabat Kemenag, Kepala KUA, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI dan Penyuluh Agama dan Kepala Madrasah Negeri.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara H. Karsono saat membuka acara ini menjelaskan bahwa sosialisasi dua buku ini yaitu PG dan PP adalah sebagai tindak lanjut penilaian Zona Integritas pada Kemenag Banjarnegara oleh Tim Penilai Internal Inspektorat Jenderal Kemenag RI
“Muara dari dua buku pedoman ini adalah budaya pelayanan yang baik. Pokoknya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kita tidak boleh menerima gratifikasi dan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus dengan pelayanan prima, seperti ramah, memberikan pelayanan sesuai SOP,” ucapnya
Dalam memberikan pelayanan prima, semuanya harus dilakukan sesuai dengan buku panduan ini, misalnya dalam memberikan pelayanan harus memakai seragam yang rapi, pakai sepatu, tidak boleh melayani sambil guyonan apalagi sambil merokok terutama bagi bapak-bapak.
“Inti dari budaya pelayanan prima adalah senyum masyarakat setelah keluar dari tempat pelayanan, dan kegagalan pelayanan adalah ketika masyarakat keluar ruangan pelayanan tanpa senyuman,” imbuhnya
Sementara itu, Ketua ZI pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Zahid Khasani mengungkapkan bahwa dua buku pedoman ini sebagai landasan ASN pada Kemenag Banjarnegara dalam memberikan layanan dan bekerja
“ Kedua buku ini nantinya akan diedit dengan baik dan kami cetak dan kami daftar ISBNnya sehingga buku ini bisa menjadi buku yang tidak hanya dikonsumsi oleh ASN Kemenag Banjarnegara saja melainkan bisa secara nasional,” ucapnya
Zahid Khasani menambah bahwa dalam penyusunan buku pedoman pelayanan prima ini kami susun dengan kearifan lokal dan mempunyai karakteristik khas Banjarnegara.
“Salah satu karakteristik pelayanan prima khas Banjarnegara yang kami susun dalam buku ini adalah pelayanan dengan menggunakan bahasa Jawa setiap hari kamis, dan mengenakan baju adat Jawa setiap hari kamis di minggu terakhir tiap bulannya,” tambahnya
Zahid berharap setelah diadakan sosialisasi ini, nantinya ASN di Kemenag Banjarnegara dalam bekerja bisa bebas dari gratifikasi dan selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. (ak)

