Banjarnegara – Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an (PPMTQ) – Mts Andalusia Banjarnegara menyelenggarakan acara Akhirussanah dan Khotmil Qur’an Tahun Ajaran 2024/2025 yang berlangsung dengan khidmat dan penuh haru di Ballroom Surya Yudha Banjarnegara, Sabtu (14/6/2025)
Acara ini dihadiri oleh ketua yayasan dan keluarga Yayasan, pimpinan pondok dan madrasah, dewan asatidz/ah, dewan guru, wali santri, keluarga, dan tamu undangan. Turut hadir Kasi PD Pontren Kemenag Banjarnegara, H. Muh. Subhan yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pendidikan tahfidz di pondok pesantren dan MTs Andalusia Banjarnegara.
Ketua Yayasan PPMTQ Andalusia, Bapak Muh. Ilham Agung Wicaksono, menyampaikan sambutan hangat dan sarat makna. Beliau menekankan pentingnya pendidikan yang berbasis pada Al-Qur’an, serta mengapresiasi seluruh santri, orang tua, dan guru yang telah berjuang dalam proses pendidikan ini.
“Kami merasa bangga melihat pencapaian para santri hari ini. Ini adalah bukti nyata bahwa semangat dan kesungguhan dalam menuntut ilmu Al-Qur’an mampu melahirkan generasi yang berkualitas secara iman dan intelektual,” ujarnya.
Kemudian Penampilan khotmil Qur’an oleh para santri yang menyelesaikan hafalan 30 juz. Dalam suasana penuh khidmat, para santri membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersamaan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya ziyadah mereka.
Dengan suara merdu dan tartil yang menggetarkan hati, para santri menghadirkan suasana spiritual yang mendalam, mengundang rasa haru dari para hadirin. Tidak sedikit wali santri yang menitikkan air mata menyaksikan buah hati mereka tampil sebagai hafidz dan hafidzah Qur’an.
Selain prosesi khotmil Qur’an, acara juga diramaikan oleh penampilan kreasi dari santri kelas 7 dan 8. Di antaranya adalah Paduan suara, tari kipas, dan tarian Nusantara, Penampilan ini menunjukkan potensi dan kreativitas para santri dalam mengekspresikan dengan cara yang menarik dan inspiratif.
”Salah satu sesi yang paling emosional adalah pemutaran video kenangan angkatan kelas 9, yang merekam jejak langkah mereka selama menimba ilmu di PPMTQ Andalusia. Mulai dari masa awal karantina, proses belajar di sekolah, proses hafalan qur’an, kebersamaan di asrama dan di dimadrasah, hingga momen-momen kebersamaan bersama para asatidz dan dewan guru,” tambah Muh. Ilham Agung
Video ini sukses menguras air mata dan tawa, mengingatkan semua yang hadir betapa berartinya perjalanan yang telah dilalui para santri.
Tahun ini, sebanyak 21 santri menyelesaikan hafalan ziyadah 30 juz, terdiri dari 2 santri putra dan 19 santri putri. Selain itu, 8 santri berhasil menyelesaikan hafalan mutqin 5 juz, terdiri dari 5 santri putra dan 3 santri putri.
Penghargaan khusus diberikan kepada santri berprestasi, yaitu:
- Vallen Octo Benzema sebagai peringkat 1 santri putra
- Aulia Putri Witama sebagai peringkat 1 santri putri sekaligus santri dengan ziyadah 30 juz tercepat
- Adam Koshkhano Umardan sebagai santri putra tercepat menyelesaikan ziyadah 30 juz
Prosesi penyerahan kembali santri kepada wali dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah PPMTQ Andalusia, H. Anton Zaeni Noor, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar para santri terus menjaga hafalan, mengamalkan nilai-nilai Qur’an, dan menjadi cahaya di lingkungan masyarakat.
Acara ditutup dengan doa khidmat yang dipimpin oleh Kyai Muhammad Mualim, Al Hafidz, selaku penasihat pondok, diiringi suasana haru yang mendalam. Tangisan bahagia dan pelukan hangat mewarnai akhir acara, menandai lahirnya generasi baru yang siap membawa cahaya Al-Qur’an ke tengah masyarakat. (h/em)







