MTs Negeri 1 Banjarnegara Semarakkan Banjarnegara Mengaji #1

Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai Alun-Alun Banjarnegara pada Ahad (10/8) ketika ratusan peserta dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan Banjarnegara Mengaji #1 yang digelar oleh komunitas Sedulur Ngaji. Mengusung tema “Merajut Ukhuwah Bersama Al-Qur’an: Satu Hati, Satu Doa, Satu Aksi untuk Palestina”, acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan umat dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) turut ambil bagian secara aktif dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk partisipasi, tetapi juga komitmen nyata untuk menanamkan nilai-nilai religius di kalangan siswa. Dari guru hingga siswa, hadir dengan semangat untuk membaca dan menghayati ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diinisiasi oleh Sedulur Ngaji ini.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi pembinaan karakter siswa. Selain mempererat ukhuwah, mereka juga mendapatkan pengalaman spiritual yang berkesan. Saya bangga melihat antusiasme siswa Madtsansa yang hadir dari awal hingga akhir acara, ujarnya.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan berkumpul di alun-alun dan membuat konten foto sebagai dokumentasi. Pukul 08.45, peserta mulai menempati posisi sesuai pengaturan panitia. Puncak acara adalah pembacaan bersama surah Ar-Rahman yang dipandu oleh asatidz, menciptakan suasana syahdu di tengah keramaian kota.

Nurwachidin Supriyatno, salah satu wali kelas Madtsansa yang turut hadir, menilai bahwa momentum ini menjadi media pembelajaran di luar kelas.

“Belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang publik seperti ini. Anak-anak belajar tentang adab, kebersamaan, dan kesederhanaan. Semoga kebiasaan membaca Al-Qur’an ini terbawa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Asih Wijayanti, wali kelas lainnya, yang melihat keikutsertaan siswa sebagai bentuk penerapan pendidikan karakter.

“Saya senang sekali melihat siswa bisa berinteraksi positif di tengah masyarakat. Ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan religius yang kuat,” katanya.

Bagi siswa Madtsansa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Denessia Alya Khairanisa, salah satu peserta, mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan yang tercipta.

“Saya merasa senang sekali bisa ikut. Membaca Al-Qur’an bersama-sama membuat hati terasa tenang. Apalagi, semua orang yang hadir saling mendukung dan tersenyum satu sama lain,” tuturnya.

Sementara itu, Raisa Alin menyampaikan rasa syukurnya bisa bergabung dalam acara tersebut.

“Ini pertama kalinya saya ikut kegiatan mengaji di alun-alun. Rasanya berbeda, karena kita bersama-sama mengingat Allah di tempat terbuka. Saya berharap acara seperti ini bisa rutin diadakan,” ungkapnya.

Setelah pembacaan surah Ar-Rahman, peserta kembali berkumpul di titik yang telah ditentukan, yakni area Joglo Timur untuk peserta akhwat dan Joglo Barat untuk ikhwan. Acara dilanjutkan dengan kultum nasehat dari asatidz, doa penutup, pengibaran spanduk raksasa, dan pernyataan sikap sebagai bentuk solidaritas untuk Palestina.

Kegiatan Banjarnegara Mengaji #1 ini berhasil menyatukan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, guru, tokoh agama, hingga komunitas pecinta Al-Qur’an. Selain itu, pesan solidaritas terhadap Palestina menjadi pengingat bahwa umat Islam harus saling mendukung dalam kebaikan dan perjuangan.

Bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara, keikutsertaan dalam kegiatan ini adalah bagian dari misi sekolah untuk melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu dan akhlak. Ikhsanudin menegaskan bahwa pihak sekolah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif serupa.

“InsyaAllah kami akan terus mendorong siswa untuk mengikuti event yang mendidik dan menginspirasi seperti ini. Semoga keberkahan selalu menyertai setiap langkah kita,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terpancar dari wajah para peserta, Banjarnegara Mengaji #1 menjadi bukti bahwa kekuatan ukhuwah dan kecintaan terhadap Al-Qur’an mampu menyatukan hati dan langkah, meski berasal dari latar belakang yang berbeda. (Fy/La)

Skip to content