Dewi Fairuz Zulaikha Ikuti Latsar CPNS, Madtsansa Dorong Kompetensi ASN Muda

Banjarnegara (Humas) – Dewi Fairuz Zulaikha, salah satu Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru di MTs Negeri 1 Banjarnegara, resmi mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Periode VI Angkatan XXXVI yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Semarang. Kegiatan ini berlangsung secara blended learning sejak 11 Agustus 2025 hingga 24 Oktober 2025, mencakup tahap e-learning, aktualisasi, hingga pembelajaran klasikal di Semarang.

Dewi Fairuz Zulaikha tercatat dalam Surat Tugas Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara Nomor 5559/Kk.11.04/1/KP.02.2/07/2025, bersama sejumlah CPNS lain dari berbagai madrasah dan KUA di Banjarnegara. Selama 55 hari, para peserta dibekali dengan materi penguatan nilai dasar ASN, wawasan kebangsaan, integritas, serta kompetensi teknis sesuai bidang tugasnya.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan Dewi Fairuz Zulaikha dalam Latsar ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting sebagai fondasi pengabdian para CPNS di dunia pendidikan.

“Kami sangat mendukung Bu Dewi dalam mengikuti Latsar CPNS. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bekal nyata bagi ASN muda untuk memahami perannya sebagai pelayan masyarakat. Harapan kami, ilmu yang diperoleh nanti bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran di madrasah, sehingga membawa dampak positif bagi siswa dan lembaga,” ujar H. Yatiman.

Dewi Fairuz Zulaikha sendiri mengaku antusias mengikuti setiap tahapan Latsar, meski harus menyesuaikan diri dengan pola blended learning yang menuntut kedisiplinan tinggi.

“Awalnya saya merasa cukup gugup, karena ini pengalaman pertama mengikuti pelatihan dengan sistem daring dan klasikal sekaligus. Namun, saya menyadari betapa pentingnya kegiatan ini untuk membentuk karakter ASN yang profesional. Saya berkomitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sebaik-baiknya, demi mengabdikan diri secara optimal di MTsN 1 Banjarnegara,” ungkap Dewi.

Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Yuniyati, menilai bahwa keikutsertaan Dewi dalam Latsar akan memberikan nilai tambah, terutama dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran di madrasah.

“Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga dituntut memahami nilai-nilai dasar ASN, seperti integritas, akuntabilitas, dan nasionalisme. Dengan mengikuti Latsar, Bu Dewi akan memiliki perspektif lebih luas tentang tugasnya, sehingga pembelajaran di MTsN 1 Banjarnegara bisa lebih inovatif dan sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” jelas Yuniyati.

Di sisi lain, bely semua CPNS di Banjarnegara mendapat kesempatan mengikuti Latsar pada periode ini. Salah satunya adalah Yuliana Rahmanti, CPNS guru matematika di MTs Negeri 1  Banjarnegara, yang harus menunggu pemanggilan pada periode selanjutnya. Meski demikian, Yuliana tetap memberikan semangat kepada rekan-rekannya.

“Saya memang belum mendapatkan panggilan untuk ikut Latsar tahun ini. Tapi saya percaya, setiap orang ada waktunya. Sementara itu, saya memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari pengalaman teman-teman yang sudah ikut. Semoga nanti ketika tiba giliran saya, saya bisa lebih siap,” tutur Yuliana.

Latsar CPNS merupakan syarat wajib bagi setiap CPNS untuk dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh. Kegiatan ini dirancang oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) bersama Balai Diklat Keagamaan Semarang untuk memastikan setiap CPNS memahami kedudukan, peran, kewajiban, dan haknya sebagai ASN.

Dengan semangat Dewi Fairuz Zulaikha dalam mengikuti Latsar CPNS, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimis akan memiliki tenaga pendidik yang tidak hanya profesional dalam mengajar, tetapi juga siap mengabdikan diri sepenuh hati kepada bangsa dan negara. (Lin/La)

Skip to content