Tiga Guru BK MTs Negeri 1 Banjarnegara Jadi Pengawas ANBK di MTs Negeri 2 Banjarnegara

Banjarnegara (Humas) – Tiga guru Bimbingan Konseling (BK) MTs Negeri 1 Banjarnegara, yakni Ardian Apriliana, Hani dan Dwi Fatmawati, bertugas menjadi pengawas pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di MTs Negeri 2 Banjarnegara pada Senin–Selasa (25–26/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asesmen Nasional Tahun 2025 sesuai dengan jadwal resmi dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) yang menempatkan jenjang SMP/MTs pada tanggal 25–28 Agustus.

Pelaksanaan ANBK di MTs Negeri 2 Banjarnegara berjalan tertib dengan dukungan penuh dari para pengawas yang ditugaskan. Kehadiran tiga guru BK dari MTs Negeri 1 Banjarnegara tersebut menjadi bukti nyata kontribusi madrasah dalam mendukung suksesnya program nasional.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, Yatiman, mengungkapkan rasa bangga atas penugasan tersebut.

“Kami merasa terhormat karena guru-guru dari MTs Negeri 1 Banjarnegara dipercaya untuk ikut mengawasi ANBK di satuan pendidikan lain. Hal ini menjadi bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk memastikan pelaksanaan asesmen berjalan jujur, tertib, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Yuniyati, menambahkan bahwa MTs Negeri 1 Banjarnegara menugaskan guru BK sebagai pengawas melalui berbagai pertimbangan.

“Kami menugaskan guru BK semua sebagai pengawas di MTs Negeri 2 Banjarnegara dengan pertimbangan tidak banyak kelas yang akan mereka tinggalkan. Tentu agar pembelajaran di Madtsansa tetap kondusif.,” tutur Yuniyati.

Ardian Apriliana, salah satu pengawas, menyampaikan pengalamannya saat mengawasi jalannya asesmen.

“Kami memastikan setiap siswa dapat mengikuti asesmen dengan lancar, mulai dari persiapan perangkat, kedisiplinan waktu, hingga menjaga ketenangan ruang ujian. Tantangannya tentu ada, terutama memastikan siswa tidak merasa tertekan. Namun dengan pendekatan yang baik, mereka bisa menjalani asesmen dengan tenang,”* katanya.

Hani, yang juga bertugas sebagai pengawas, menegaskan bahwa pengawasan bukan hanya sekadar mengawasi teknis, tetapi juga menjaga suasana tetap kondusif.

“Kami berusaha menciptakan suasana yang nyaman agar siswa bisa fokus. Saat ada kendala teknis, seperti komputer yang tiba-tiba bermasalah, kami langsung berkoordinasi dengan proktor sehingga kegiatan tetap berjalan lancar,”* ungkapnya.

Senada dengan itu, Dwi Fatmawati menilai bahwa ANBK merupakan momentum penting dalam pemetaan mutu pendidikan.

“Sebagai pengawas, kami melihat langsung semangat siswa dalam mengikuti asesmen. Peran kami adalah memastikan semuanya berjalan sesuai aturan, sehingga data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi nyata pendidikan,” jelasnya.

Yatiman juga menegaskan bahwa pengalaman ini akan menjadi pembelajaran berharga bagi madrasah.

“Saya berharap keterlibatan guru BK dalam ANBK ini memberi inspirasi bahwa semua guru, apapun bidangnya, dapat berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Tentu saja pengalaman ini akan menjadi bekal positif untuk pelaksanaan ANBK di MTs Negeri 1 Banjarnegara nanti,” katanya menutup pernyataan.

Dengan keikutsertaan tiga guru BK tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam upaya pemetaan mutu pendidikan melalui Assessmen Nasional. Keterlibatan lintas madrasah seperti ini juga menjadi wujud sinergi antar-satuan pendidikan di Banjarnegara demi terciptanya sistem pendidikan yang lebih berkualitas dan berintegritas. (Lin/La)

Skip to content