Banjarnegara – Suasana ruang kelas MIFABARA terasa hangat dan penuh rasa ingin tahu. siswi kelas 5 dan 6 duduk rapi menyimak kegiatan literasi istimewa yang digelar madrasah. Hari itu, Alsa, siswi berbakat dan rajin menulis, tampil percaya diri di depan teman-temannya untuk mempresentasikan karya tulis biografi yang telah disusunnya. Bukan sekadar tokoh biasa, biografi yang ditulis Alsa mengangkat kisah sosok penting di lingkungan madrasah, yakni Durotun Nafisah, Kepala Sekolah MIFABARA.(19/9)
Dalam presentasinya, Alsa dengan runtut menceritakan perjalanan hidup Durotun Nafisah, mulai dari masa kecil, latar pendidikan, hingga perjalanan kariernya sebagai pendidik yang penuh dedikasi.
Alsa menuturkan bahwa proses menulis biografi ini terlebih dahulu melakukan wawancara, mencari data pendukung, dan menyusun kerangka cerita agar hasilnya rapi dan menarik. “Saya belajar banyak dari cara Durotun memimpin sekolah dan memberikan teladan. Semoga cerita ini bisa memberi semangat kepada teman-teman untuk terus berusaha meraih cita-cita,” ungkap Alsa.
Vivi, siswi kelas 5, sangat termotivasi, “Kak Alsa hebat sekali bisa menulis cerita yang rapi dan menarik. Saya jadi ingin mencoba menulis seperti dia.”
Guru pendamping memberikan apresiasi tinggi atas upaya Alsa. “Melalui kegiatan presentasi biografi seperti ini, anak-anak tidak hanya berlatih menulis dan berbicara di depan umum, tetapi juga belajar menghargai jasa guru dan pemimpin sekolah. Ini menjadi contoh nyata pembelajaran yang menginspirasi,” tutur Nani, salah satu guru MIFABARA.
Durotun Nafisah sendiri mengaku terharu dan bangga atas karya Alsa. Beliau berpesan kepada seluruh siswa untuk selalu semangat menimba ilmu dan mengembangkan bakat. “Saya merasa bahagia karena cerita hidup saya bisa menjadi inspirasi. Semoga anak-anak terus berani berkarya dan tidak ragu untuk berbagi kebaikan lewat tulisan,” ucapannya dengan penuh rasa syukur.
Kegiatan presentasi biografi karya Alsa ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa MIFABARA lainnya untuk menulis dan mengekspresikan ide kreatif. Semangat Alsa dalam meneliti, menulis, dan menyampaikan kisah nyata sosok yang dihormati membuktikan bahwa literasi dapat menjadi sarana berbagi teladan serta menumbuhkan rasa hormat kepada para pendidik. Dengan kegiatan seperti ini, MI Al Fatah terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai dunia literasi.(nas)







