Banjarnegara (Humas) – Kesadaran akan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan karakter anak terus digaungkan. Sebagai bentuk nyata dari upaya tersebut Turno dan Yulis selaku Penyuluh Agama Islam Pandanarum menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada 40 wali murid TK PGRI Pandanarum pada Senin (22/9/2025). Kegiatan berlangsung di ruang laboratorium SD Negeri 1 Pandanarum dengan penuh antusiasme dan partisipasi aktif dari para peserta.
Mengusung tema “Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak”, penyuluhan ini menyasar para wali murid TK dan PAUD sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan wawasan tentang pengasuhan Islami, tetapi juga sebagai sarana produktif bagi ibu-ibu dalam mengisi waktu luang saat menunggu anak-anak mereka bersekolah.
Dalam penyampaiannya, Turno menegaskan bahwa orang tua memiliki posisi sentral dalam menanamkan nilai-nilai moral dan akhlak mulia kepada anak-anak. Ia menjelaskan bahwa pembentukan karakter bukan hanya tugas sekolah, tetapi dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.
“Anak-anak adalah cerminan dari lingkungan tempat mereka tumbuh. Maka, orang tua perlu menjadi teladan yang baik dalam sikap, tutur kata, dan perilaku sehari-hari,” ungkap Turno di hadapan para peserta.

Sementara itu, Yulis memberikan pendekatan praktis dalam membentuk akhlak anak melalui kegiatan harian yang sederhana namun bermakna. Ia juga mendorong para ibu untuk aktif mengikuti kegiatan positif seperti kajian keagamaan, diskusi parenting, atau pelatihan keterampilan ringan, yang bisa dilakukan di sela-sela menunggu anak di sekolah.
“Waktu menunggu anak jangan hanya dipakai untuk duduk dan bermain HP. Kita bisa gunakan untuk belajar bersama, mempererat silaturahmi, atau menambah ilmu pengasuhan. Ini bisa menjadi ladang pahala juga,” jelas Yulis.
Selama sesi diskusi, para wali murid tampak antusias menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beberapa peserta bahkan menyarankan agar penyuluhan semacam ini dilakukan secara berkala, sebagai sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan antar orang tua dan pihak sekolah.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian dari ikhtiar membangun sinergi antara sekolah dan rumah dalam mendidik anak. Dengan semakin aktif dan sadar peran, para orang tua diharapkan dapat menjadi agen pembentuk generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing. (ev, azd)







