Banjarnegara – Sebanyak 74 guru madrasah ibtidaiyah (MI) mengikuti Workshop Penyusunan Soal Sumatif Akhir Semester (SAS) yang diselenggarakan oleh KKMI Kabupaten Banjarnegara pada Kamis, 25 September 2025. Kegiatan berlangsung di Surya Room Rejasa dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua KKMI Kabupaten Banjarnegara, Harno. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penyusunan soal SAS bukan sekadar menulis soal ujian, tetapi juga “mencitrakan wajah Kementerian Agama.” Karena itu, kualitas naskah soal harus benar-benar diperhatikan.
Harno menyampaikan bahwa melalui workshop ini para peserta tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan menyusun naskah yang baik, tetapi juga menyamakan persepsi mengenai teknik penulisan dan evaluasi naskah. “Saya berharap semua peserta mengikuti kegiatan ini sampai tuntas, jangan menjadi ISMAIL—istirahat makan, hilang,” ujarnya disambut tawa peserta.
Workshop ini menghadirkan narasumber tunggal, Andi Wibowo dari Banyumas, yang memaparkan teknik dan langkah-langkah penyusunan soal yang baik dan sesuai standar. Materi yang disampaikan mencakup prinsip penulisan soal, kejelasan indikator, hingga tata bahasa yang tepat agar soal mudah dipahami siswa. Pada sesi kedua peserta mempraktikkan menyusun soal mulai dari menyusun kisi-kisi hingga penyusunan soal. Narasumber menegaskan bahwa dalam penyusunan soal sumber utamanya adalah kurikulum CP/TP/ATP.
MI Al Fatah turut berpartisipasi dengan mendelegasikan empat guru yang telah ditunjuk menjadi tim penulisan naskah SAS dari KKMI Kemenag Kabupaten Banjarnegara. Mereka hadir penuh antusias dan menyatakan siap menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya untuk penyusunan naskah SAS tahun pelajaran 2025/2026.
Kepala MI Al Fatah, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada para guru yang mewakili sekolah. “Kami bangga dan mendukung penuh keikutsertaan tim penulis naskah SAS dari MI Al Fatah. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dengan baik sehingga menghasilkan soal yang berkualitas dan bermanfaat bagi seluruh murid,” ungkapnya.
Di penghujung acara, suasana semakin hangat dengan pembagian doorprize dari panitia. Salah satu peserta yang beruntung adalah Nani, yang berhasil menjawab dua pertanyaan dari narasumber dan membawa pulang dua doorprize sekaligus, menambah keceriaan para peserta sebelum menutup kegiatan.
Dengan semangat kebersamaan, workshop ini diharapkan menghasilkan naskah soal SAS yang berkualitas, seragam, dan dapat menjadi rujukan bagi seluruh MI di Kabupaten Banjarnegara.(nas)







