Banjarnegara (Humas) – Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti GOR Desa Lawen pada Kamis pagi (02/10), saat dua Penyuluh Agama Islam yaitu Efatun Vaizah dan Sudarno mengadakan kegiatan silaturahmi sekaligus penyuluhan keagamaan bersama para wali murid dari dua lembaga pendidikan anak usia dini, yaitu Kelompok Bermain (KB) Harapan Bangsa dan TK Dharma Wanita Lawen.
Kegiatan ini dihadiri oleh 35 wali murid dari kedua lembaga yang letaknya berdampingan, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan efektif dan efisien. Para wali murid tampak hadir dengan penuh semangat sejak pagi, apalagi kegiatan ini telah diumumkan sehari sebelumnya dan disambut dengan antusias oleh orang tua yang ingin mendapatkan bekal keagamaan dalam mendidik anak-anak mereka.
Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB setelah anak-anak memasuki kelas. Dalam sesi pertama, Efatun Vaizah membuka kegiatan dengan memperkenalkan diri serta menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Ia mengenalkan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam di tengah masyarakat, terutama dalam mendukung pembinaan keagamaan yang berkelanjutan mulai dari tingkat keluarga.
Lebih lanjut, Efatun mengangkat topik penting tentang “Rumah sebagai Madrasah Pertama dan Utama”, dimana orang tua menjadi pendidik pertama bagi anak-anak sebelum mereka mengenal dunia sekolah. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keislaman dan pembentukan akhlak mulia hendaknya dimulai dari lingkungan rumah, melalui keteladanan, komunikasi yang baik, serta pembiasaan ibadah sehari-hari.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Sudarno, yang membawakan materi tentang “Strategi Mendidik Akhlak Anak Sejak Usia Dini”. Dalam pemaparannya, Sudarno mengajak para wali murid untuk lebih proaktif dalam membentuk karakter anak-anak melalui pendekatan yang lembut namun tegas, serta memperhatikan perkembangan emosi dan spiritual anak.
“Akhlak adalah pondasi. Jika pondasi ini kuat, maka anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia. Dan itu semua dimulai dari cara kita mendidik mereka di rumah,” ujar Sudarno dalam penyampaiannya.
Selain materi, kegiatan ini juga menjadi momen interaktif antara penyuluh dan wali murid. Beberapa orang tua menyampaikan pengalaman dan tantangan mereka dalam mendidik anak-anak, terutama di era digital seperti saat ini. Diskusi ringan namun bermakna pun mengalir, menciptakan suasana yang akrab dan penuh kehangatan.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar silaturahmi semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin, mengingat pentingnya peran orang tua dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak karimah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan Penyuluh Agama dapat terus ditingkatkan demi mencetak generasi yang lebih baik di masa mendatang. (ev, azd)







