Dzikra Aluna Ikuti Fasilitasi Pembentukan dan Penguatan Kapasitas Forum Anak Kecamatan Berdaya 2025

Banjarnegara (Humas) – Salah satu siswa kelas 8A Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Dzikra Aluna Transkiko Setiyadi turut menjadi peserta kegiatan Fasilitasi Pembentukan/Penguatan Kapasitas Forum Anak Tingkat Kecamatan di Kecamatan Berdaya Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOSPPPA) Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah. Acara berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (6–7/10), bertempat di Aula Setda Banjarnegara lantai 3.

Kegiatan ini bertujuan membentuk serta memperkuat kapasitas Forum Anak di tingkat kecamatan sebagai wadah partisipasi anak dalam pembangunan daerah yang berperspektif anak. Para peserta berasal dari kalangan pelajar tingkat SMP/MTs dan SMA/MA di wilayah Kecamatan Banjarnegara yang juga merupakan pengurus OSIS atau aktif dalam kegiatan kepemudaan.

Dalam kegiatan tersebut, Dzikra Aluna tampil percaya diri mengikuti seluruh sesi mulai dari pembukaan hingga diskusi akhir. Hari pertama diisi dengan berbagai materi penting seperti Keterkaitan Forum Anak Kecamatan dalam Mendukung Kecamatan Berdaya, Pengenalan dan Kontrak Belajar, Hak Anak dan Keterampilan Hidup, serta pemahaman mengenai Struktur Kepengurusan Forum Anak. Sedangkan pada hari kedua, peserta fokus pada pembentukan struktur kepengurusan Forum Anak tingkat kecamatan, penyusunan program kerja, dan strategi publikasi serta pelaporan kegiatan forum.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan salah satu siswanya dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat bangga ananda Dzikra bisa mewakili madrasah dan menjadi bagian dari Forum Anak tingkat kecamatan. Kegiatan ini menjadi sarana penting bagi anak-anak untuk belajar berorganisasi, berpendapat, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan yang ramah anak,” ujarnya.

“Madtsansa selalu mendukung kegiatan positif yang mengembangkan kepemimpinan dan kesadaran sosial peserta didik,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan Ikhsanudin, menilai kegiatan ini dapat memperluas wawasan siswa tentang hak dan kewajiban anak dalam masyarakat.

“Forum Anak adalah wadah strategis untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial. Kami berharap Dzikra dapat menularkan semangatnya kepada teman-teman di madrasah, terutama dalam hal advokasi dan kegiatan sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Hening, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah, yang menjadi salah satu fasilitator kegiatan, menjelaskan pentingnya pembentukan Forum Anak di tingkat kecamatan.

“Anak-anak bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki hak untuk didengar pendapatnya. Forum Anak adalah sarana untuk memastikan suara mereka sampai kepada pengambil kebijakan. Kami berharap para peserta mampu menjadi pelopor dan pelapor dalam upaya perlindungan anak di lingkungannya,” terang Hening.

Dzikra Aluna sendiri mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang sekali bisa belajar banyak hal tentang hak anak, kepemimpinan, dan bagaimana anak bisa berperan dalam membangun lingkungan yang lebih baik. Saya ingin menerapkan ilmu ini di OSIS dan berbagi dengan teman-teman di madrasah agar semakin sadar pentingnya hak dan perlindungan anak,” tutur Dzikra.

“Selain itu, kegiatan ini juga memberi saya kesempatan bertemu teman-teman baru dari sekolah lain dan bekerja sama dalam menyusun program Forum Anak tingkat kecamatan,” imbuhnya dengan antusias.

Melalui kegiatan fasilitasi ini, diharapkan para peserta seperti Dzikra dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Mereka diharapkan mampu berperan sebagai pelopor dalam mempromosikan kegiatan positif dan sebagai pelapor terhadap segala bentuk kekerasan atau pelanggaran hak anak.

Kegiatan dua hari tersebut ditutup dengan penetapan struktur kepengurusan Forum Anak Kecamatan Banjarnegara serta penandatanganan komitmen bersama untuk mewujudkan kecamatan yang berdaya dan ramah anak.

“Kami yakin dengan semangat dan kemampuan anak-anak ini, cita-cita menjadikan Banjarnegara sebagai Kabupaten Layak Anak akan semakin cepat terwujud,” pungkas Hening. (Lin/La)

Skip to content