PMR Madya Madtsansa Lakukan Screening Perilaku Perokok di Kalangan Siswa Kelas 7

Banjarnegara (Humas) – Palang Merah Remaja (PMR) Madya MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan siswa melalui kegiatan screening perilaku perokok bagi anak usia sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (7/10) di ruang kelas masing-masing dan diikuti oleh seluruh siswa kelas 7.

Melalui kegiatan ini, para kader PMR Madtsansa berupaya menumbuhkan kesadaran pentingnya hidup sehat tanpa rokok sejak dini. Kegiatan dilakukan dengan pengisian Google Form oleh siswa, yang berisi sejumlah pertanyaan terkait perilaku, pengetahuan, dan sikap terhadap rokok.

Wakil Kepala Urusan Kesiswaan Ikhsanudin, mengapresiasi inisiatif PMR Madya Madtsansa yang telah berperan aktif dalam mendukung program kesehatan madrasah.

“Kegiatan ini sangat positif karena membantu sekolah dalam menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini. Rokok menjadi ancaman serius bagi kesehatan, dan upaya pencegahan perlu dimulai dari tingkat sekolah. Melalui screening ini, kita dapat mengetahui sejauh mana pemahaman siswa tentang bahaya merokok dan mengambil langkah tindak lanjut yang tepat,” ujar Ikhsanudin.

Sementara itu, Hani Farkhatun selaku pembina PMR Madya Madtsansa menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan PMR di bidang kesehatan remaja.

“Screening ini bukan sekadar mengisi angket, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Kami ingin siswa memiliki kesadaran bahwa merokok bukanlah gaya hidup yang keren, melainkan kebiasaan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Hasil dari kegiatan ini nanti akan kami gunakan untuk merancang kegiatan lanjutan seperti penyuluhan dan kampanye hidup sehat,” terang Hani.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam pelajaran ini berjalan tertib dan penuh antusiasme. Para kader PMR mendampingi siswa di setiap kelas untuk memastikan seluruh siswa memahami maksud dan tujuan kegiatan.

Salah satu kader PMR, Jauza Qurrota’ayun menyampaikan bahwa kegiatan ini membuatnya semakin sadar pentingnya edukasi sejak dini.

“Banyak anak seusia kami yang belum benar-benar tahu dampak rokok. Kami ingin menjadi teman sebaya yang bisa mengingatkan bahwa menjaga kesehatan itu penting. Kalau bukan dari sekarang, kapan lagi?” ujar Jauza dengan semangat.

Senada dengan Jauza, kader PMR lainnya, Dzaskia Aurel Cantika Ramadan menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang melatih kepemimpinan dan komunikasi para kader.

“Kami belajar untuk berinteraksi dengan teman-teman secara santai tapi bermakna. Kami ingin menyampaikan pesan bahwa hidup tanpa rokok itu lebih sehat dan produktif,” jelas Dzaskia.

Dari sisi siswa, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru. Amar Rayhan siswa kelas 7B, mengaku baru kali ini mengikuti kegiatan yang mengajak berpikir kritis tentang bahaya rokok.

“Biasanya kami hanya tahu kalau rokok itu berbahaya, tapi lewat kegiatan ini saya jadi tahu juga alasan ilmiahnya, seperti kandungan zat beracun dalam rokok dan dampaknya bagi paru-paru,” kata Amar.

Sementara itu, Dinar Agil Muhammad dari kelas 7C menilai kegiatan ini menyenangkan dan bermanfaat.

“Saya jadi lebih paham kalau rokok bisa merugikan banyak orang, bukan cuma perokoknya tapi juga orang di sekitarnya. Saya berjanji tidak akan mencoba merokok karena sudah tahu akibatnya,” ucap Dinar tegas.

Dengan semangat “PMR Madtsansa Peduli Kesehatan Siswa”, kegiatan screening perilaku perokok ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan madrasah.

Ikhsanudin menambahkan, madrasah akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini agar siswa tumbuh menjadi generasi sehat, cerdas, dan berakhlak.

“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat rutin dilakukan dengan tema kesehatan lain seperti pola makan sehat, kesehatan mental, dan pentingnya olahraga. PMR adalah ujung tombak pembinaan karakter peduli sesama di MTs Negeri 1 Banjarnegara,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara guru, pembina, kader PMR, dan seluruh siswa, MTs Negeri 1 Banjarnegara berkomitmen untuk terus menanamkan nilai kepedulian dan kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh dari kebiasaan buruk, termasuk rokok. (Fy/La)

Skip to content