Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Susukan kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan di Kelas Ibu Hamil Desa Pakikiran pada Rabu (8/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari program lintas sektoral yang melibatkan KUA Susukan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas 2 Susukan. Pada kesempatan kali ini, penyuluhan juga dihadiri oleh Bidan Desa Pakikiran, Ibu Azizah, yang turut memberikan edukasi kepada para peserta.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah ibu hamil dari wilayah Desa Pakikiran yang tampak antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Penyuluh Agama Islam KUA Susukan dan Bidan Desa Azizah. Dalam kegiatan ini, penyuluh menyampaikan materi bertema “Hak Anak dalam Kandungan”, yang menekankan pentingnya tanggung jawab orang tua terhadap anak sejak dalam rahim.
Dalam penyampaiannya, Siti Maftukhah Tiara Rizky, Penyuluh Agama Islam KUA Susukan menjelaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hak anak bahkan sejak sebelum lahir. “Anak sudah memiliki hak sejak masih dalam kandungan. Hak itu meliputi hak atas kasih sayang, doa, dan asupan halal yang baik bagi pertumbuhan janinnya. Seorang ibu yang menjaga ibadah dan pola hidup sehat sedang menunaikan amanah besar dari Allah,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Doa seorang ibu saat mengandung memiliki kekuatan luar biasa. Maka perbanyaklah doa dan dzikir agar anak yang dikandung tumbuh menjadi generasi yang saleh dan sehat lahir batin.”
Sementara itu, Bidan Desa Azizah menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik ibu hamil sebagai bagian dari pemenuhan hak anak. “Kesehatan ibu adalah pintu pertama bagi kehidupan anak yang sehat. Nutrisi, istirahat cukup, dan pemeriksaan rutin harus diperhatikan agar janin berkembang optimal,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu hamil tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menyadari nilai spiritual dan moral dalam menjalankan amanah sebagai calon orang tua. Kolaborasi antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan ini menjadi wujud nyata sinergi dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak mulia. (smtr/yay, azd)







