Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja Hadirkan Bukti Nyata Keluarga Maslahat di Tengah Masyarakat

Banjarnegara (Humas) — Konsep Keluarga Maslahat bukan sekadar wacana, melainkan wujud nyata dari kerja dakwah yang terus digerakkan oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja. Melalui berbagai kegiatan pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat, penyuluh menunjukkan bahwa keluarga maslahat bisa tumbuh dari lingkungan yang penuh ilmu, kasih sayang, dan gotong royong. (14/10)

Dalam kegiatan pembinaan di Majlis Taklim Sirojut Tholibin Salamerta, para penyuluh hadir tidak hanya untuk menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga memberikan contoh langsung bagaimana membangun keluarga yang harmonis dan berdaya. Mereka berdiskusi tentang komunikasi dalam rumah tangga, pentingnya peran istri dan suami, serta bagaimana nilai-nilai Islam menjadi pondasi kesejahteraan keluarga.

“Keluarga maslahat itu lahir dari rumah yang diisi dengan cinta, ibadah, dan kerja sama. Kami ingin jamaah tidak hanya paham secara teori, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai itu dalam kehidupan,” ujar Hendriyanto, Penyuluh Agama Islam Mandiraja.

Tak hanya itu, kegiatan juga diselingi dengan pelatihan keterampilan ekonomi rumah tangga, seperti pembuatan Dawet Ayu Banjarnegara, sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Dakwah pun dikemas menyenangkan — ada doa bersama, diskusi ringan, hingga sesi berbagi pengalaman antarjamaah.

Ketua Majlis Taklim, Ibu Istiqomah, menyampaikan apresiasinya.

 “Kami merasa dekat dengan para penyuluh. Mereka bukan hanya datang memberi tausiyah, tapi juga memberi solusi dan semangat untuk membangun keluarga yang bahagia dan mandiri.”

Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Keluarga Maslahat Beragama yang digagas oleh Kementerian Agama RI.

 “Penyuluh adalah ujung tombak dakwah yang membawa pesan maslahat ke tengah masyarakat. Mereka hadir sebagai teladan keluarga yang harmonis, komunikatif, dan produktif. Itulah wajah Islam yang menenteramkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini, KUA Mandiraja membuktikan bahwa dakwah bukan hanya soal mimbar dan ceramah, tetapi juga tentang bagaimana membentuk keluarga yang kuat, saling mendukung, dan menjadi sumber kebaikan di tengah masyarakat.

(azd)

Skip to content