Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya menumbuhkan semangat literasi dan menggerakkan ekonomi kreatif di bidang pendidikan serta pelaku UMKM, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara menggelar Rapat Koordinasi Peserta Bazar Literasi menjelang pelaksanaan Festival Literasi Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Niscala, Lantai II Kantor Disarpus Banjarnegara, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Sebanyak 15 lembaga pendidikan dan komunitas literasi diundang untuk hadir dalam rapat tersebut, termasuk MTs Negeri 1 Banjarnegara yang menjadi salah satu dari enam sekolah yang dipercaya untuk berpartisipasi dalam ajang literasi tahunan ini. Undangan resmi dengan nomor 000.4/696/ARPUS/2025 tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara, Arief Rahman.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antar peserta dan memastikan kesiapan masing-masing pihak dalam pelaksanaan Bazar Literasi, yang menjadi salah satu rangkaian utama dalam Festival Literasi 2025. Dalam kegiatan ini, para peserta diminta untuk menampilkan kreativitas, produk literasi, serta inovasi yang dapat menginspirasi masyarakat dalam meningkatkan minat baca dan daya saing ekonomi berbasis literasi.
Hadir mewakili Kepala Madrasah MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Humas yang dengan penuh semangat menyampaikan kesiapan madrasahnya dalam mendukung kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi undangan dari Disarpus Banjarnegara ini. MTsN 1 Banjarnegara berkomitmen untuk menjadi bagian aktif dalam pengembangan budaya literasi di Kabupaten Banjarnegara. Kita akan segera berkoordinasi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang akan kita tampilkan dlama bazar literasi di pekan mendatang” ujar Linara.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam pernyataannya secara terpisah, juga menyampaikan rasa bangga dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Festival Literasi ini menjadi wadah yang sangat positif bagi sekolah-sekolah untuk menunjukkan hasil pembinaan literasi di lingkungan masing-masing. Kami di MTsN 1 Banjarnegara selalu berupaya menumbuhkan budaya membaca dan menulis di kalangan siswa melalui berbagai kegiatan seperti pojok baca, lomba karya tulis, dan publikasi karya kreatif. Keterlibatan kami di bazar literasi adalah wujud nyata kontribusi madrasah terhadap penguatan literasi nasional,” ungkapnya.
Selain MTsN 1 Banjarnegara, beberapa lembaga pendidikan lain yang hadir antara lain SMAN 1 Banjarnegara, MAN 2 Banjarnegara, SMKN 1 Bawang, SMPN 1 Banjarnegara, dan SMPN 1 Bawang. Turut hadir pula perwakilan dari berbagai dinas, komunitas literasi, dan rumah baca di wilayah Banjarnegara.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara, Arief Rahman, menegaskan bahwa kegiatan Festival Literasi 2025 merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat gerakan literasi masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi antara sekolah, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif.
“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengelola informasi, menciptakan inovasi, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Melalui bazar literasi, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa literasi dapat menjadi kekuatan ekonomi berbasis pengetahuan,” jelas Arief Rahman.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan menjadi ajang sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Kami berharap peserta yang hadir tidak hanya aktif dalam festival, tetapi juga menjadi penggerak literasi di komunitasnya masing-masing,” imbuhnya.
Rapat koordinasi berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta berdiskusi mengenai teknis pelaksanaan bazar, pembagian stan, jadwal kegiatan, serta bentuk pameran yang akan ditampilkan. Suasana rapat mencerminkan semangat kolaboratif antar lembaga dalam mewujudkan Banjarnegara sebagai kabupaten yang literat dan berdaya saing.
Dengan partisipasi aktif MTs Negeri 1 Banjarnegara dan lembaga lainnya, Festival Literasi 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam meneguhkan budaya literasi di kalangan masyarakat serta memperkuat peran pendidikan sebagai penggerak utama kemajuan daerah. (Fy/La)







