Banjarnegara – Menjadi hari yang penuh semangat bagi siswa kelas 4C MI Al Fatah Parakancanggah-Banjarnegara (MIFABARA). Sejak bel tanda masuk berbunyi, wajah-wajah ceria tampak memenuhi ruang kelas. Hari itu, mereka mengikuti pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada tema Bentuk Energi. Materi kali ini adalah proses fotosintesis pada tumbuhan yang disajikan dengan cara menarik melalui Deorema Fotosintesis, media visual berupa diagram sederhana yang menggambarkan proses tumbuhan mengolah energi matahari menjadi makanan.(17/10)
Guru kelas, Jarwati, memulai pelajaran dengan menanyakan kepada siswa dari mana tumbuhan mendapatkan makanan. Berbagai jawaban pun muncul, mulai dari “dari air” hingga “dari tanah.” Setelah itu, beliau menampilkan Deorema Fotosintesis yang berisi panah-panah alur energi dari cahaya matahari, air, dan karbondioksida yang diolah tumbuhan menjadi oksigen dan glukosa.
“Saya ingin anak-anak bisa memahami proses fotosintesis tidak hanya lewat hafalan, tetapi dengan melihat sendiri alurnya. Melalui Deorema, mereka lebih mudah memahami bagaimana energi matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan,” jelas Jeje panggilan akrabnya.
Kegiatan belajar pun berlangsung interaktif. Anak-anak berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menyalin dan menjelaskan kembali gambar Deorema Fotosintesis versi mereka sendiri. Beberapa siswa bahkan menambahkan warna dan hiasan agar hasil karyanya lebih menarik. Di akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya di depan kelas.
Salah satu siswa, mengaku sangat senang belajar dengan cara seperti ini. “Ternyata tumbuhan itu hebat, bisa membuat makanannya sendiri dari sinar matahari. Sekarang saya jadi tahu kenapa kita harus rajin menyiram dan menjaga tanaman,” tuturnya polos namun penuh makna.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran tersebut.
“Media seperti Deorema Fotosintesis sangat membantu anak-anak memahami konsep yang abstrak. Ini sejalan dengan semangat madrasah untuk menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan,” ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa pembelajaran kontekstual seperti ini mampu menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan semangat belajar yang tinggi, kelas 4C membuktikan bahwa memahami ilmu pengetahuan bisa dilakukan dengan cara yang seru dan bermakna. Melalui Deorema Fotosintesis, siswa belajar menghargai ciptaan Allah yang luar biasa. (nas)







