Banjarnegara – Semangat kebersamaan dan saling menghormati tampak jelas dalam kegiatan ekstrakurikuler Pagar Nusa di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA). Kegiatan bela diri bernuansa Islami ini kini menerapkan metode tutor sebaya, di mana kakak kelas yang lebih berpengalaman membimbing adik-adik kelasnya yang baru bergabung. Suasana latihan yang digelar setiap pekan itu berlangsung hangat, penuh semangat, dan sarat nilai kebersamaan.(18/10)
Kegiatan ini dikoordinatori oleh Mila, selaku penanggung jawab ekstrakurikuler Pagar Nusa. Beliau menjelaskan bahwa penerapan tutor sebaya bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan pada peserta didik. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mahir dalam bela diri, tetapi juga memiliki karakter kuat, sopan, dan saling menghargai. Dengan tutor sebaya, mereka belajar menjadi pembelajar sekaligus pembimbing bagi teman-temannya,” tuturnya
Latihan dimulai dengan pemanasan bersama, kemudian para kakak kelas memperagakan beberapa gerakan dasar seperti sikap kuda-kuda, tangkisan, dan jurus pembuka. Adik-adik kelas mengikuti dengan antusias, memperhatikan setiap gerakan dengan cermat. Sesekali terdengar suara tawa kecil ketika ada yang salah gerak, namun para tutor senior dengan sabar memperbaiki dan menyemangati mereka untuk mencoba kembali.
Menurut para anggota baru, sistem latihan ini membuat mereka lebih nyaman dan cepat paham. “Kalau diajari kakak kelas rasanya lebih dekat, tidak takut salah. Kakaknya juga sabar dan sering bantu kalau kami lupa jurus,” ujarnya
Para senior pun mengaku senang mendapat kepercayaan sebagai tutor. “Kami jadi lebih sabar dan tanggung jawab. Mengajar adik-adik membuat kami belajar memahami karakter orang lain,” ungkap Sasi, salah satu siswa kelas 6 yang sudah lama aktif di Pagar Nusa.
Wakil Kepala Madrasah, Nurlaely Khikmawati turut memberikan apresiasi terhadap inovasi ini. “Kegiatan Pagar Nusa tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga membangun karakter dan kedisiplinan. Melalui tutor sebaya, anak-anak belajar tentang kepemimpinan dan arti ukhuwah atau persaudaraan,” ujarnya.
Dengan penerapan tutor sebaya, Pagar Nusa MIFABARA bukan sekadar wadah latihan bela diri, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter Islami. Nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, saling menghormati, dan semangat berbagi ilmu terus tumbuh di antara para pesilat muda. Dari sinilah lahir generasi tangguh yang kuat lahir batin, beradab, dan menjunjung tinggi persaudaraan ala pendekar Pagar Nusa.(nas)







