Penyuluh Agama Islam Mandiraja Sampaikan Kajian Kitab Ushfuriyah di Majlis Taklim Anisaul Jannah Panggisari

Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional 2025, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja kembali menunjukkan semangat keilmuan khas pesantren melalui kajian kitab klasik. Kali ini, kegiatan berlangsung di Majlis Taklim Anisaul Jannah Desa Panggisari, dengan membahas Kitab al-Mawa’idh al-‘Ushfuriyyah atau yang lebih dikenal dengan Kitab Ushfuriyah. (20/10/2025)

Kitab karya ulama besar Syaikh Muhammad bin Abu Bakr al-Ushfuri ini merupakan salah satu kitab nasihat yang sangat populer di kalangan pesantren. Isinya sarat dengan hikmah, kisah-kisah teladan, dan nasihat moral yang menguatkan keimanan serta membentuk akhlak mulia.

Dalam kajian yang disampaikan dengan bahasa yang ringan dan penuh makna, Penyuluh Agama Islam menjelaskan pentingnya mengambil pelajaran dari kisah para ulama dan orang saleh terdahulu. “Kitab Ushfuriyah mengajarkan kita tentang adab, kejujuran, dan keikhlasan dalam beramal. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk kehidupan umat Islam saat ini,” ungkapnya di hadapan para jamaah majlis taklim.

Para jamaah tampak antusias mengikuti jalannya kajian, terutama ketika penyuluh mengaitkan isi kitab dengan kehidupan sehari-hari. Suasana majlis menjadi hidup dan penuh semangat keagamaan, mencerminkan semangat santri yang cinta ilmu dan cinta tanah air.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang dilaksanakan oleh KUA Mandiraja bersama para penyuluh agama Islam di berbagai majlis taklim. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kembali semangat belajar kitab kuning dan memperkuat karakter santri di masyarakat.Dengan semangat “Jihad Santri Jayakan Negeri”, penyuluh berharap majlis taklim dapat menjadi wadah untuk terus menghidupkan tradisi keilmuan Islam ala pesantren, sebagai warisan ulama yang penuh berkah.

Skip to content