Perkuat Ketahanan Keluarga, Penyuluh Agama Islam Banjarnegara Gelar Bimbingan Keluarga Maslahat di Kelurahan Karangtengah

Banjarnegara (Humas) — Dalam upaya memperkuat ketahanan dan kualitas keluarga di masyarakat, Nasirin, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, melaksanakan penyuluhan dan bimbingan Keluarga Maslahat di Kelurahan Karangtengah, pada Kamis (23/10/2025) pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 25 pasangan keluarga dengan penuh antusiasme.

Program Keluarga Maslahat merupakan inisiatif Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertujuan membangun keluarga harmonis, sejahtera, dan berdaya. Program ini juga menjadi bentuk kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Nahdlatul Ulama (NU) melalui Gerakan Keluarga Maslahat NU (GKMNU).

Dalam kegiatan tersebut, Nasirin menekankan pentingnya edukasi keluarga sebagai upaya membangun fondasi bangsa yang kuat. “Gerakan Keluarga Maslahat diarahkan untuk memperkuat ketahanan keluarga. Kita ingin keluarga Indonesia mampu menghadapi tantangan sosial, seperti stunting, KDRT, dan tingginya angka perceraian,” ujarnya.

Sementara itu, Musobihin, Kepala KUA Banjarnegara, menyampaikan bahwa pelaksanaan GKM merupakan bagian dari visi besar Kementerian Agama untuk menjadikan keluarga sebagai benteng utama masyarakat. “Keluarga yang kuat akan melahirkan bangsa yang tangguh. Melalui penyuluhan ini, kami ingin menanamkan lima pilar keluarga maslahat: mawaddah (cinta), rahmah (kasih sayang), musyawarah (mufakat), ta’awun (tolong-menolong), dan taradhin (saling menerima),” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan di tingkat KUA ini menjadi wujud nyata transformasi peran KUA, yang kini tidak hanya berfokus pada pencatatan nikah, tetapi juga menjadi pusat layanan keagamaan dan pembinaan keluarga. Materi yang disampaikan meliputi bimbingan pranikah, pengelolaan konflik rumah tangga, kesehatan reproduksi, hingga literasi ekonomi keluarga.

Salah satu peserta, Ani, mengungkapkan rasa terima kasih atas kegiatan ini. “Ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat, terutama tentang pengelolaan emosi dan keuangan keluarga. Kami jadi lebih sadar bahwa pernikahan bukan sekadar urusan cinta, tapi juga tanggung jawab dan amanah dari Allah,” ungkapnya.Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat masyarakat untuk membangun keluarga yang maslahat dan sejahtera, sekaligus mendukung terwujudnya cita-cita “Keluarga Maslahat untuk Indonesia Hebat.”

azd