Penyuluh Agama Islam Mandiraja Hidupkan Ekonomi Umat Lewat Pelatihan Dawet Ayu dan Tepuk Sakinah

Banjarnegara (Humas)Road Show Pelatihan Pembuatan Dawet Ayu Banjarnegara yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja terus mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada Rabu (23/10/2025), kegiatan memasuki hari ketujuh dan berlangsung meriah di Majelis Taklim Nurul Huda, Desa Banjengan, Kecamatan Mandiraja.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Keluarga Maslahat yang diinisiasi oleh Kementerian Agama. Tujuannya adalah menumbuhkan kemandirian ekonomi umat berbasis kearifan lokal sekaligus memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.

Dawet Ayu Banjarnegara dipilih sebagai materi pelatihan karena mudah dibuat, memiliki nilai jual tinggi, dan menjadi bagian dari identitas budaya lokal. Pelatihan dipandu langsung oleh Dian Setiadi, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ketujuh ini berjalan sangat meriah. Antusiasme jamaah luar biasa, bahkan ada yang sudah berencana menjual dawet ayu hasil pelatihan di rumah masing-masing,” ujar Dian.

Selain praktik membuat dawet ayu, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang strategi pemasaran sederhana, branding produk rumahan, serta pentingnya kehalalan dan kebersihan dalam usaha kuliner.
Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi jamaah majelis taklim.

Menariknya, suasana pelatihan semakin hangat ketika para peserta secara spontan menyerukan, “Tepuk Sakinah dulu dong!”
Sorakan itu pun disambut tawa dan semangat kebersamaan. Tradisi Tepuk Sakinah menjadi ciri khas kegiatan penyuluhan keluarga maslahat yang sarat nilai edukatif dan kebahagiaan.

“Wah, luar biasa semangat jamaah Nurul Huda. Ternyata ‘Tepuk Sakinah’ sudah menjadi tradisi yang mereka tunggu-tunggu setiap kegiatan,” ujar salah satu penyuluh.

Pembina Majelis Taklim, Yahya, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya atas pelatihan tersebut.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Jamaah tidak hanya mendapat ilmu agama, tetapi juga keterampilan untuk berdaya secara ekonomi,” tuturnya.

Sebagai bagian dari strategi publikasi, penyuluh agama juga melakukan dokumentasi testimoni Ketua Majelis Taklim Nurul Huda. Proses pengambilan video dilakukan secara sederhana namun bermakna untuk merekam kesan dan pesan jamaah terhadap kegiatan.

Dalam testimoninya, Ketua Majelis Taklim menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan penyuluh agama.

“Kami bersyukur bisa belajar membuat Dawet Ayu Banjarnegara. Kegiatan ini tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi jamaah majelis taklim,” ungkapnya.

Penyuluh Agama Islam Mandiraja terus berkomitmen menghadirkan inovasi dalam pembinaan umat, baik melalui dakwah, pemberdayaan ekonomi, maupun penguatan keluarga maslahat.
Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa penyuluh agama hadir tidak hanya sebagai penceramah, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

(F, azd)

Skip to content