Pelajaran P5, MIMAU Terapkan Pemanfaatan Daun Kering Menjadi Sebuah Karya

Banjarnegara – Daun kering bisa dibuat sebuah karya pada pelajaran P5. Guru kelas IV A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) menerapkan media daun kering sebagai bahan pembelajaran. Langkah ini sebagai latihan siswa berkreasi melalui limbah alami seperti daun kering. (21/10).

Kegiatan berlangsung di ruang kelas serta diikuti seluruh siswa kelas IV A. Walikelas IV A, Susri Anti menjelaskan pembelajaran membuat karya dari daun kering untuk mengurangi sampah daun kering yang berserakan dengan memanfaatkan bahan alami menjadi karya yang kreatif serta melatih motorik siswa lebih kreatif dalam berkarya.

“Pemanfaatan daun kering untuk mengurangi limbah daun kering dengan memanfaatkannya sebagai suatu karya yang kreatif serta melatih anak secara motorik lebih kreatif dalam berkarya sesuka hatinya”, jelasnya.

Kegiatan diawali dengan pengenalan konsep karya berupa kolase daun kering dan manfaatnya, siswa mengumpulkan daun kering yang berserakan, lalu guru membagikan pola gambar sederhana dan siswa bisa membuat di kertas, setelah dibuat pola siswa memotong daun kering tersebut sesuai gambar atau memotong dengan ukuran lebih kecil, kemudian oleaskan lem pada bagian gambar lalu tempelkan potongan daun kering secara perlahan hingga membentuk gambar. Terakhir, siswa mempresentasikan hasil karya yang mereka buat.

Setelah kegiatan, Zafran siswa kelas IV A menyampaikan pentingnya belajar memanfaatkan daun kering sebagai sebuah karya yang bernilai dan dirinya merasa senang bisa membuat kolase dengan daun kering.

“Menurut saya, pelajaran ini penting untuk memanfaatkan daun kering sebagai karya yang bernilai dan saya senang bisa membuat kolase yang bagus dari robekan daun kering”, ujarnya.

Dengan pemanfaatan daun kering tersebut diharapkan mampu mengurangi sampah yang berserakan dari daun kering karena bisa dimanfaatkan menjadi sebuah karya yang indah. (RF).

Skip to content