Buku-buku Karya GTK Madtsansa Turut Warnai Bazar Literasi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025

Banjarnegara (Humas) – Gelaran Festival Literasi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 menjadi ajang yang tidak hanya menampilkan kreativitas peserta didik, tetapi juga memamerkan karya-karya luar biasa dari para guru dan tenaga kependidikan MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa). Dalam kegiatan Bazar Literasi yang berlangsung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Banjarnegara, Selasa–Kamis (21–23/10), sederet buku karya GTK Madtsansa turut dipamerkan dan menarik perhatian para pengunjung.

Deretan karya tersebut mencakup berbagai bidang dan genre yang menunjukkan betapa luasnya minat dan bakat para pendidik Madtsansa dalam dunia literasi. Tercatat beberapa judul buku karya guru dan tenaga kependidikan Madtsansa hadir di stan pameran, antara lain buku antologi puisi solo karya Linara, guru matematika yang juga menjabat sebagai wakil kepala urusan humas sekaligus pembimbing kelas unggulan sastra; buku antologi puisi solo karya Hj. Yuniyati, guru matematika dan wakil kepala urusan kurikulum; buku teknologi tepat guna karya Hj. Tri Widayati, guru IPA sekaligus koordinator kelas unggulan riset; buku teknologi tepat guna karya Hj. Siti Masruroh; serta buku antologi puisi solo karya Fitriyanto, tenaga kependidikan yang juga tergabung dalam biro humas. Tak ketinggalan, buku antologi puisi bersama seluruh GTK Madtsansa turut menambah warna literasi yang disuguhkan madrasah unggulan ini.

Menurut Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, kehadiran karya para guru dan tenaga kependidikan Madtsansa dalam bazar literasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi di lingkungan madrasah telah tumbuh dengan baik. Ia menyampaikan apresiasinya kepada seluruh GTK yang telah menorehkan karya dan menjadi inspirasi bagi peserta didik.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan Madtsansa yang telah memiliki karya dalam bentuk buku. Meskipun saya sendiri belum berkesempatan menulis di antologi bersama GTK Madtsansa, namun saya merasa ikut berbahagia karena semangat berkarya ini menunjukkan bahwa Madtsansa bukan hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam budaya literasi,” ujar H. Yatiman.

Lebih lanjut, ia berharap semangat literasi di kalangan GTK ini dapat menular kepada seluruh siswa.

“Ketika guru menulis, sejatinya ia sedang menanamkan teladan. Anak-anak yang melihat gurunya produktif menulis akan terdorong untuk meniru. Inilah yang saya harapkan dari kegiatan semacam ini,” tambahnya.

Sementara itu, Hj. Yuniyati, salah satu penulis buku antologi puisi solo sekaligus Wakil Kepala Urusan Kurikulum Madtsansa, mengungkapkan rasa syukurnya dapat turut berpartisipasi dalam bazar literasi tahun ini.

“Menulis bagi saya bukan sekadar hobi, tetapi bentuk ekspresi diri dan cara untuk mengabadikan pengalaman serta nilai-nilai kehidupan. Ketika karya kami bisa dipamerkan dalam ajang besar seperti ini, tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” tutur Yuniyati dengan senyum.

Senada dengannya, Hj. Siti Masruroh, penulis buku teknologi tepat guna, menyampaikan bahwa keterlibatan GTK dalam menghasilkan karya literasi maupun inovasi teknologi sederhana menunjukkan bahwa guru Madtsansa terus berinovasi dan tidak berhenti belajar.

“Saya ingin menunjukkan bahwa literasi tidak hanya soal menulis sastra, tetapi juga tentang bagaimana ilmu pengetahuan bisa diterapkan untuk kehidupan. Buku teknologi tepat guna yang saya tulis berangkat dari pengalaman mengajar PKn dan kegiatan riset sederhana bersama siswa,” jelasnya.

Sementara itu, Fitriyanto, tenaga kependidikan yang juga menulis buku antologi puisi solo, mengaku bahwa dirinya terdorong untuk menulis setelah melihat semangat para guru di sekitarnya.

“Bagi saya, menulis puisi itu memberi ruang untuk berekspresi dan bonusnya berkontribusi dalam dunia literasi madrasah. Alhamdulillah 7 buku saya ikut dalam Festival Literasi perdana di Banjarnegara ini,” ungkapnya.

Stan Madtsansa dalam Bazar Literasi 2025 tampak ramai dikunjungi pengunjung, baik dari kalangan pelajar, guru, maupun masyarakat umum. Buku-buku karya GTK Madtsansa menjadi daya tarik tersendiri karena memadukan antara nilai-nilai keislaman, semangat pendidikan, serta kreativitas dalam penulisan dan inovasi.

Dengan tampilnya berbagai karya literasi tersebut, MTs Negeri 1 Banjarnegara sekali lagi membuktikan diri sebagai madrasah yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga menjadi pelopor gerakan literasi madrasah di Kabupaten Banjarnegara. Semangat menulis yang tumbuh di kalangan GTK Madtsansa diharapkan terus menginspirasi generasi muda untuk gemar membaca, menulis, dan berkarya demi kemajuan pendidikan Indonesia. (Lin/La)

Skip to content